Kadis LH Perkim Apresiasi Pengolahan Sampah Organik Pasar Adat Lelateng

0
52

 

Balinetizen.com, Jembrana

Komitmen Desa Adat Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dalam penanggulangan sampah organik diwujudkan dengan penyediaan mesin pencacah dan dibangunnya teba modern. Langkah ini sebagai upaya untuk menekan atau mengurangi volume sampah organik khususnya sampah dari Pasar Adat Lelateng yang dibawa ke tempat pembuangan akhir di TPA Peh, Kaliakah.

Penanganan sampah secara mandiri dilaksanakan pasca dilarangnya pembuangan sampah organik ke TPA Peh, Kaliakah mulai awal bulan Juli lalu. Kadis LH Perkim Jembrana memberikan apresiasi atas upaya penanganan sampah Pasar Adat Lelateng.

Made Sunantra, Plt Kepala Pasar Adat Lelateng menyampaikan bahwa dalam sehari dari total 308 pedagang yang ada di Pasar Adat Lelateng menghasilkan kisaran 205 kilogram sampah dengan rata-rata 200 kilogram merupakan sampah organik.

“Sampah organik kita cacah menggunakan mesin pencacah kemudian kita masukan ke dalam tebak modern untuk dijadikan kompos. Untuk sampah anorganik diambil petugas sampah dibawa ke TPA Peh,” ujar Sunantra yang purnawirawan Polri, Minggu (26/7/2026).

Hingga saat ini pihaknya baru bisa membuat tiga teba modern disebabkan keterbatasan tempat dan juga atas masukan dan saran dari Prajuru Desa Adat Lelateng melalui pesangkepan (rapat) termasuk dalam hal pembelian mesin pencacah. “Untuk mempercepat proses menjadi kompos kita bantu dengan EM4 (Effekctive Microorganism 4),” imbuhnya.

Disebutnya kesadaran pedagang Pasar Adat Lelateng sangat membantu dalam penanganan sampah. Karena sampah yang diambil petugas kebersihan sudah dalam kondisi terpilah. “Pedagang sendiri yang memilah, mana organik, mana anorganik. Kalau belum terpilah, tidak diambil,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LH Perkim) Pemkab Jembrana I Wayan Putra Mahardika memberikan apresiasi akan pengelolaan sampah organik di Pasar Adat Lelateng.

Baca Juga :  Terjatuh Dari Atas Rumah, Diduga Kesetrum Alat Bor Baut Baja Ringan

“Ini bagus. Ini bisa menjadi contoh bagi pasar tradisional lainnya karena sampah organik yang dibawa ke TPA sudah dicacah,” ujar Mantan Kabag Humas Prokopim Pemkab Jembrana yang akrab disapa Puma. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here