Kasus Tewasnya Turis Australia di Bali Masih Diselidiki, Polisi Buru Dua Perempuan yang Bersama Byron di Malam Sebelum Tewas

0
217
Ket Foto : Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Aria Sandi

Balinetizen.com, Badung-

Kasus meninggalnya Warga Negara Australia, Byron James Dumschat (23), di Villa The Grove Bumbak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, pada Senin, 26 Mei 2025, masih menjadi sorotan. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap detail peristiwa yang menewaskan wisatawan muda asal Gympie tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Aria Sandi mengungkapkan, laporan peristiwa ini baru masuk ke Polsek Kuta Utara pada Jumat, 30 Mei 2025 pukul 12.45 WITA melalui pelapor bernama I Wayan Agus Ariana, 34 tahun, karyawan swasta asal Tabanan.

Menurut keterangan pelapor, ia menerima pesan suara dari manajer villa Irvan Awaludin yang mengabarkan ada tamu villa yang meninggal dunia. Sekitar pukul 12.40 WITA, pelapor tiba di lokasi dan mendapati Byron sudah terbujur kaku di atas meja di samping kolam renang, hanya mengenakan celana pendek. Di lokasi sudah hadir lima orang petugas medis dari Asia Pasifik Medical Clinic.

Irvan Awaludin selaku manajer villa menjelaskan, sebelum jenazah ditemukan, Byron menginap bersama rekannya sesama WN Australia, Bailey Peter Woods, dan pada malam sebelumnya mereka sempat keluar bersama dua perempuan WNA. Bailey mengaku tidur lebih dulu dan keesokan paginya menemukan Byron sudah mengapung di kolam, sedangkan dua perempuan tersebut tidak ada di tempat.

CCTV villa menunjukkan Bailey dan dua perempuan itu meninggalkan villa sekitar pukul 10.00 WITA. Setelah itu, Bailey memanggil bantuan medis.

Kabid Humas Kombes Pol Aria Sandi menjelaskan, dari hasil otopsi yang dilakukan oleh dr. Nola Margaret Gunawan, SpFM dari RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah menemukan memar akibat benturan tumpul di kepala dan tubuh korban, namun tidak mematikan.

Baca Juga :  Pemotor Tabrak Pantat Truk Tronton Mogok

“Pemeriksaan toksikologi menemukan kadar alkohol yang tinggi pada darah, urine, dan isi lambung korban, serta keberadaan duloxetine (obat antidepresan),” ungkap Kabid Humas, Rabu (24/9/2025).

Menurut dr. Nola, kombinasi alkohol dalam jumlah besar dan duloxetine berpotensi menekan sistem saraf pusat sehingga mengganggu kesadaran, koordinasi, dan kemampuan mengambil keputusan. Hal ini bisa membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri saat berada di dalam air.

“Kesimpulan paling besar kemungkinan penyebab kematian korban adalah intoksikasi ethanol, yang mungkin bersinergi dengan duloxetine sehingga menyebabkan depresi sistem saraf pusat dan mengakibatkan mati lemas,” jelasnya.

Polisi telah memeriksa saksi-saksi, mengecek CCTV, dan berkoordinasi dengan konsulat Australia serta AFP (Australian Federal Police) untuk menghadirkan Bailey Peter Woods, Kristy Lee Pepperell, dan Jade Emeleah Lucas guna pemeriksaan lebih lanjut. Barang-barang korban, termasuk pakaian perempuan yang ditemukan di kamar, juga diamankan.

“Hingga saat ini, belum ditemukan adanya tindak pidana. Penyelidikan masih terus dilakukan,” tegas Kombes Pol Aria Sandi.

Sebelumnya, viral kematian seorang warga negara Australia, Byron James Dumschat atau dikenal sebagai Byron Haddow, di sebuah villa di Bali pada 26 Mei 2025.

Hal ini terus memunculkan tanda tanya besar. Korban ditemukan berada di kolam renang dalam kondisi mengenaskan.

Hasil otopsi mengungkap adanya luka memar, pendarahan, dan trauma pada kepala. Temuan medis ini menimbulkan dugaan kematian tidak wajar dan dinilai tidak sejalan dengan penjelasan awal bahwa korban hanya ditemukan di kolam renang.

(Jurnalis: Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here