Kerjasama Pemkab Buleleng Dan UKSW Bahas Riset GeoAI Hybrid

0
219

 

Balinetizen.com, Buleleng

Langkah strategis dalam upaya pengurangan resiko bencana, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Buleleng bersama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melakukan pembahasan
Riset Aplikasi GeoAI Hybrid dalam Rapat Koordinasi Persiapan Survei Pendidikan Kebencanaan di Ruang Rapat BPBD Buleleng, pada Senin, (21/7/2025).

Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Guru Besar UKSW, Prof. Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si.,M.Kom dalam paparannya menyampaikan bahwa pihaknya melakukan riset atas perintah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dalam rangka pengurangan resiko bencana di Indonesia. “Kami ditugaskan oleh Kemenristekdikti untuk melakukan penelitian Deteksi Dini Resiko Tsunami. Yangmana riset ini sudah berjalan di lima wilayah lainnya di Indonesia. Dan pada hari ini di Buleleng merupakan riset tahun kelima kami,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof. Yulianto menerangkan Kabupaten Buleleng memiliki resiko bencana yang tidak kalah kecil dengan Megathrust. Seperti halnya gempa luar biasa yang pernah terjadi di Kecamatan Seririt pada Tahun 1976 dan potensi itu dapat terjadi berulang ke depannya. Dengan adanya hal itu, pihaknya memilih Buleleng dalam pelaksanaan riset awal untuk mendeteksi tsunami dengan menggunakan sistem cerdas deteksi zona terbangun rentan tsunami megathrust berbasis penginderaan jauh atau GeoAI Hybrid.

“Riset nantinya akan menghasilkan aplikasi berbasis website yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Rencananya aplikasi akan dilaunching pada bulan September – Oktober 2025 mendatang di Surabaya. Dan lokasi ini bisa berubah tergantung keputusan Pemkab Buleleng,” terangnya.

Iapun mengatakan pihaknya berharap besar dapat mendampingi Buleleng dalam menyusun dokumen dan pengembangan perencanaan pengurangan resiko bencana.

“Nantinya melalui Kabupaten Buleleng, juga dapat membangun jaringan dengan kabupaten lainnya di Bali sebagi pilot/contoh penerapan aplikasi GeoAI Hybrid,” tandasnya.

Baca Juga :  Ditinggal Kerja, Rumah Buruh Pabrik Ludes Terbakar

Sementara itu, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Kabid Pecegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, I Gusti Bagus Roni mengatakan pihaknya melakukan kerjasama dengan UKSW yang sifatnya komprehensif. Dimana upaya yang telah dilakukan BPBD Buleleng adalah melaksanakan pengukuran dari titik nol pantai sampai dengan titik resiko paling aman, yakni dengan jarak 2 Km dari titik nol pantai. Dalam hal ini, pengukuran itu sudah dipetakan termasuk juga jarak jangkauan dari dampak tsunami ke daratan.

“Kami memberikan dukungan teknis di lapangan dan data-data. Sehingga menjadi sebuah dokumen untuk UKSW. Target kami bukan hanya sekedar dokumen saja, melainkan sebuah aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat yang bisa diakses untuk umum. Nantinya masyarakat mengetahui wilayah mana yang rawan bencana rendah, sedang dan tinggi,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here