Balinetizen.com, Badung
Kasus penembakan terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, berinisial ZR (32) dan GS (34), yang terjadi di sebuah vila di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, hingga kini masih menjadi teka-teki besar. Padahal, para pelaku telah ditangkap, barang bukti terkumpul, dan puluhan saksi telah diperiksa, namun motif di balik aksi brutal itu belum terkuak.
“Untuk sampai sekarang ini kita masih melakukan penyidikan. Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi, hampir 30 saksi, makanya kami melakukan investigasi apa sih motif di balik semuanya ini,” ujar Kapolres Badung, M. Arif Batubara, Senin (21/7/2025).
Arif menambahkan, selama proses penyelidikan, pihaknya masih berada pada tahap pengumpulan data. Pemeriksaan mendalam terhadap tersangka belum dilakukan, termasuk penyusunan rangkaian kronologi kedatangan para korban dan pelaku ke Bali.
“Kita belum sampai tahap untuk melakukan investigasi terlalu dalam. Kita hanya masih melakukan penyidikan terkait dengan timeline kapan datangnya ke Bali,” katanya.
Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan dua pucuk senjata api jenis pistol yang digunakan dalam insiden tersebut. Namun, merek senjata belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dari Mabes Polri.
“Kami juga belum bisa memastikan (senpi) jenisnya pasti pistol, tapi mereknya belum bisa kita pastikan karena menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri,” jelasnya.
Peristiwa penembakan ini terjadi pada Sabtu, 14 Juni 2025 sekitar pukul 24.15 WITA. Korban ZR tewas di tempat kejadian, sementara GS mengalami luka tembak dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Polda Bali bergerak cepat dengan menangkap tiga tersangka yang seluruhnya berkewarganegaraan Australia, masing-masing berinisial DFJ (37), CM (23), dan TPM (37). Namun, meski para pelaku sudah diamankan, pertanyaan terbesar masih menggantung: apa motif di balik aksi keji ini?
Penyelidikan masih berlangsung, dan publik menanti jawaban atas misteri yang menyelimuti kasus penembakan yang mengguncang citra pariwisata Bali ini.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

