Ketidak-stabilan Politik, Memicu Naiknya Risiko Ekonomi dan Keuangan : Tantangan Kepemimpinan Presiden Prabowo

0
260

Balinetizen.com, Jakarta

Ketidak-stabilan Politik, Memicu Naiknya Risiko Ekonomi dan Keuangan. Tantangan Kepemimpinan Presiden Prabowo di Hari-Hari ke Depan.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, Minggu 31 Agustus 2025 menanggapi situasi politik akhir akhir ini.

Dikatakan, belajar dari ketidak-stabilan politik tahun 1966, inflasi naik 650 persen diikuti oleh krisis politik lebih besar. Ketidak-stabilan politik tahun 1997 – 1998, angka inflasi tahun 1998 naik tinggi 80 persen dengan pertumbuhan negatif ekonomi 14 persen.

Lebih lanjut dikatakan, jika menyimak rangkaian demo yang berlangsung 25 Agustus -28 Agustus 2025 yang telah menimbulkan korban jiwa di Jakarta dan Makasar, membakar gedung DPRD Sulawesi Selatan, DPRD NTB, tentu berdampak pada kondisi politik di Indonesia.

Menurutnya, penjarahan terjadi di 3 rumah anggota DPR dan rumah Menkeu Sri Mulyani Indrawati, menggambarkan terjadinya ketidak-stabilan politik dalam negeri.

Dikatakan, Menteri Keuangan sebagai bendahara negara, bertanggung-,jawab penuh dalam kebijakan fiscal dalam APBN, rentetan peristiwa di atas akan menaikkan risiko ekonomi bagi investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi.

Di sisi lain, katanya, para pelaku pasar uang dan modal, serta investor luar negeri yang akan melakukan investasi langsung, kepercayaannya belum pulih setelah kasus pendirian Danantara.
“Investment grade” Indonesia diperkirakan turun tajam pasca peristiwa di atas.

“Akibatnya risiko ekonomi (economic risk) bisa meningkat tajam, dengan sejumlah indikator, menyebut beberapa: tekanan inflasi, menurunnya nilai rupiah, angka pengangguran naik, tekanan terhadap pembayaran hutang pemerintah,” katanya.

Dikatakan, risiko ini bisa menjalar ke risiko finansial (finansial risk), dapat berupa: tekanan terhadap harga saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta), suku bunga pinjaman kredit luar negeri semakin mahal.

Baca Juga :  Apresiasi Bunda Paud Kecamatan dan Desa/Kelurahan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Berikan Penghargaan 

“Titik potong di antara ketidak-stabilan politik dengan menaiknya risiko ekonomi dan finansial, menjadi PR besar bagi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam beberapa hari ke depan,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here