
Balinetizen.com, Jembrana-
Hiu paus dengan panjang 5 meter lebih kembali ditemukan mati terdampar di Pantai Yehkuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.
Temuan bangkai satwa laut dilindungi ini merupakan yang ketiga kalinya di pantai yang sama dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Kapolsek Pekutatan Kompol Wayan Suastika, dikonfirmasi Kamis (2)11/2023) mengatakan bangkai hiu paus ditemukan pertamakali oleh warga tadi pagi sekitar pukul 06.15 Wita.
“Untuk penanganan lebih lanjut masih menunggu team dari PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) dan instansi terkait,” jelasnya.
Dimungkinkan akan dilakukan nekropsi oleh tim dokter dari JSI (Jaringan Satwa Indonesia) untuk mengetahui penyebab kematian hiu paus tersebut.
Sementara itu, Petugas dari BKSDA Bali, Admad Januar menjelaskan temuan hiu paus mati terdampar di Pantai Yehkuning, Desa Pekutatan merupakan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Dia menduga hiu paus dengan nama latin Rhincodon Typus mati karena sakit. Dan kemudian terbawa arus sehingga terdampar di Pantai Yehkuning, Pekutatan.
“Kita masih menunggu tim dokter untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab kematiannya,” terangnya.
Dan sambungnya, setelah dilakukan pemeriksaan, hiu paus tersebut langsung dikubur. “Karena bobotnya cukup berat, nanti dikubur menggunakan alat berat,” pungkasnya. (Komang Tole)
