Ketua DPRD Badung Anom Gumanti dan Bupati Badung Adi Arnawa Sembahyang Bersama Serangkaian Pujawali di Pura Uluwatu

0
289

 

Balinetizen.com, Badung

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wabup Badung Bagus Alit Sucipta sembahyang bersama Serangkaian Pujawali di Pura Uluwatu, Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (13/5).

Nampak hadir pada acara itu, selain Bupati dan Wakil Bupati Badung , juga Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Badung IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ny. Yunita Alit Sucipta, Ny. Oliviana Surya Suamba, kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, camat se-Badung, Bendesa Adat Pecatu serta krama pemedek mengikuti prosesi Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu.

Menurut Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, proses pujawali yang rutin digelar ini untuk memperteguh sradha dan bakti umat kepada Hyang Widi Wasa.

Ada yang berbeda pada pujawali kali ini, yakni prosesi mulang pekelem yang biasanya dilakukan dari area utama mandala pura, saat ini digelar di area seawall di bawah tebing Uluwatu. Hal itu dilakukan setelah rampungnya pengerjaan seawall penguatan tebing Uluwatu.

Bupati Adi Arnawa mengungkapkan, dengan adanya seawall ini, di samping untuk menjaga tebing Pura Uluwatu, dan akses menuju Pura Batu Metandal, juga menjadi akses untuk prosesi pakelem, sehingga upacara bisa digelar secara khusuk. Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung, hadir ngrastiti bakti serangkaian pujawali di Pura Luhur Uluwatu.

“Mudah-mudahan Ida Betara selalu memberikan kekuatan, keselamatan, kesejahteraan sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan swadarma kita masing-masing. Di samping itu kita juga berharap melalui pelaksanaan pujawali hari ini kita diberikan karunia dan anugerah-Nya, mudah-mudah jagat Bali khususnya Kabupaten Badung dan Denpasar akan selalu mendapat perlindunganNya,” harapnya.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

Baca Juga Paus Sperma 10 Meter Terdampar di Pesisir Pantai Legian
Penglingsir Puri Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) menambahkan, pujawali ini rutin digelar setiap 6 bulan sekali. Yang berbeda pada prosesi kali ini yakni upacara mulang pekelem digelar di area seawall. Ke depan, pihaknya berharap agar bisa disiapkan tempat permanen untuk upacara pakelem mengingat lokasi saat ini masih belum aman karena ombak yang besar.

Bendesa adat Pecatu Made Sumerta menyampaikan, untuk pujawali kali ini, pihaknya kembali menegaskan agar umat yang akan melakukan persembahyangan agar tidak membawa kantong plastik sebagai tempat sarana upacara. Hal ini, kata dia, sebagai dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali Tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Untuk itu, pihaknya dari desa adat telah mempersiapkan besek sebagai pengganti kantong plastik. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here