Balinetizen.com, Jembrana-
Banjir bandang beberapa hari lalu berdampak cukup luas. Salah satunya membuat jembatan penghubung antar desa di Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo terputus.
Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi mengatakan akibat jembatan putus sedikitnya sebanyak 13 KK terisolir. “Saya sempat terjun ke sana dan melihat langsung situasi dan kondisi disana. Kasihan warganya” ujarnya, Senin (31/10/2022).
Selanjutnya ia berharap agar jembatan tersebut bisa segera diperbaiki sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti normal.
Pihaknya akan segera membahasnya secara khusus dengan eksekutif terkait penanganan jembatan yang putus tersebut. “Kami ingin nantinya jembatan putus menjadi perhatian serius karena harus segera ditangani” ujarnya.
Apalagi sambungnya akan ada bantuan dari provinsi sehingga nantinya juga bisa di plot digunakan untuk perbaikan jembatan..
Disinggung bantuan pangan untuk para korban banjir menurutnya sudah sangat banyak dan juga ada yang belum tersalurkan. Namun ada beberapa yang perlu menjadi perhatian yaitu bantuan kompor dan peralatan dapur bagi pengungsi.
“Mudah-mudahan ada donatur yang peduli untuk memberikan bantuan kompor dan juga peralatan dapur” pungkasnya. (Komang Tole)

