Balinetizen.com, Mangupura
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto, S.T, M Sc, Ph D., Berharap dengan keikutsertaan Politeknik Negeri Bali (PNB) dalam menerapkan vokasi berbasis SMK D2 Fastrack akan dipastikan terjaliin Link and Match antara pendidikan Vokasi dengan dunia industri. Hal tersebut diungkapkannya dalam workshop Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di Politeknik Negeri Bali, Senin (21/6/2021).
“Inisiasinya kami berharap akan lahir wirausaha-wirausaha handal di maasa depan dengan penerapan yang terukur yang mengikis waktu tempuh dalam studi menuju lapangan pekerjaan yang cepat,” terang Wikan.
Menurutnya, Untuk itu melalui kebijakan program SMK D2 Fast Track yang dirilis, pihaknya tidak mau lagi SMK berjalan sendiri dan kampus vokasi berjalan sendiri. Karena itu SMK dengan perguruan tinggi vokasi “dinikahkan” ditambah lagi satu dengan industri. “Jadi ini pernikahan segi tiga. SMK dengan perguruan tinggi vokasi, menikah dengan industri. Jadi Segitiga,” pungkasnya.
Untuk membangun Bali yang maju tentunya memerlukan SDM yang hebat, dengan pendidikan yang hebat. Setiap Kota, Provinsi, Negara yang mampu menciptakan pendidikan yang baik dan menghasilkan SDM yang hebat, tentu mereka akan makmur dan maju.
Untuk itu melalui kebijakan program SMK D2 Fast Track yang dirilis, pihaknya tidak mau lagi SMK berjalan sendiri dan kampus vokasi berjalan sendiri. Karena itu SMK dengan perguruan tinggi vokasi “dinikahkan” ditambah lagi satu dengan industri. “Jadi ini pernikahan segi tiga. SMK dengan perguruan tinggi vokasi, menikah dengan industri. Jadi Segitiga,” pungkasnya.
Menjawab tantangan dan kebutuhan sumberdaya pariwisata era baru dimasa depan dengan menjalin sinergitas kerjasama dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA).
“Link atau Network terjalin penerapannya sebanyak 416 industri di PNB, diyakini hal tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan SDM Pariwisata yang sangat dibutuhkan dimasa datang,” tutur Wikan.
PNB kata dia, merupakan satu-satunya Politeknik di Indonesia dari 44 Politeknik yang mengusulkan jumlah Prodi dengan jumlah terbanyak yakni 8 prodi sekaligus. Tentu ini menjadi angin segar untuk masyarakat di Bali. “Kita kolaborasikan ini, anak-anak SMK yang sudah terbiasa dengan pendidikan vokasi, akan diasah kembali selama 3 semester dengan melibatkan Industri. Sehingga selama 1 tahun di industri, tentu mereka akan bisa bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan Industri,” harapannya.
Dalam Program SMK-D2 fast track ini, siswa SMK akan dapat langsung mendapatkan kuliah terapan selama satu semester dan magang di industri selama dua semester atau satu tahun. Dengan itu, lulusan SMK-D2 tidak perlu lagi mengikuti pelatihan atau training di industri ketika masa awal bekerja.
“Politeknik Negeri Bali (PNB) sudah mengusulkan sebanyak 8 program studi (prodi) untuk program D2 fasttrack, bersama dengan 32 SMK dan 48 Dudi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kampus PNB telah dipercaya membangun program SMK- D2 Fast track. Yang mana jalur program inicepat ini ditargetkan segera terealisasi
Dalam program SMK-D2 fast track ini, siswa SMK akan dapat langsung mendapatkan kuliah terapan selama satu semester dan magang di industri selama dua semester atau satu tahun. Dengan itu, lulusan SMK-D2 tidak perlu lagi mengikuti pelatihan atau training di industri ketika masa awal bekerja.
“Program ini merupakan link and match antara PNB, SMK, dan industri. Di sisi lain, kurikulumnya pun disusun bersama tiga instansi terkait,” kata Wikan saat hadir sebagai pembicara pada workshop implementasi program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), di Politeknik Negeri Bali, Senin (21/6).
Wikan juga menambahkan, program ini juga merupakan penerapan program merdeka belajar kampus merdeka. “SMK D2 Fast Track ini, juga merupakan program yang sudah melakukan kerjasama dengan hotel-hotel besar yang ada di Bali,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB), I Nyoman Abdi, SE., M.eCom., menambahkan, PNB selama ini sudah mempersiapkan sedini mungkin program SMK-D2 fastrack. Apalagi selama ini PNB sudah menjalin mitra dengan 416 industri. Bahkan untuk SMK banyak sekali yang berminat dari seluruh Bali.
PNB kata dia, merupakan satu-satunya Politeknik di Indonesia dari 44 Politeknik yang mengusulkan jumlah Prodi dengan jumlah terbanyak yakni 8 prodi sekaligus. Tentu ini menjadi angin segar untuk masyarakat di Bali. “Kita kolaborasikan ini, anak-anak SMK yang sudah terbiasa dengan pendidikan vokasi, akan diasah kembali selama 3 semester dengan melibatkan Industri. Sehingga selama 1 tahun di industri, tentu mereka akan bisa bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan Industri,” pungkasnya. (hd)

