Kisah Anak Agung Dewi Liana Pertiwi, Enam Tahun Hidup Bersama Puluhan Ekor Anjing

0
745
Anak Agung Dewi Liana Pertiwi (16) seorang gadis remaja asal Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud Gianyar yang 6,5 tahun hidup berdampingan dengan puluhan ekor anjing dirrumahnya.

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Anak Agung Dewi Liana Pertiwi (16) seorang gadis remaja asal Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud Gianyar yang 6,5 tahun hidup berdampingan dengan puluhan ekor anjing dirrumahnya. Diakuinya, bahwa semenjak kelas 2 SD dirinya suka memelihara anjing liar dikarenakan pernah menyelamatkan hidupnya yang dulu pernah keracunan makanan waktu kecil.

Saat ditemui dirumahnya, Jumat (8/5/2020) siang. Anak Agung Dewi Liana Pertiwi menuturkan bahwa awal kecintaannya dengan anjing adalah ketika dirinya masih duduk dibangku sekolah dasar. Waktu itu, dikatakan bahwa dirinya pernah jatuh sakit dan sempat dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan makanan di sekolahnya. “Waktu kelas 2 SD Dewi pernah masuk ke rumah sakit di Gianyar akibat keracunan makan roti disekolah, ketika itu kata orang tua Dewi bahwa Dewi sempat pingsan selama 3 hari.” ujarnya.
Dilanjutkan oleh Dewi, ketika dirinya sedang dirawat dirumah sakit orangt tuanya yakni ayahnya kembali pulang untuk mengambil baju. Kemudian diperjalanan pulang kerumahnya, ayah Dewi melihat seekor anjing bewarna htam terbengkalai dijalanan. Kemudian diambilah anjing tersebut dan dibawa kerumah sakit. “Waktu itu bapak pulang mau mengambil baju untuk bersalin, kemudian ditengah jalan dilihatnya seekor anjing bewarna hitam yang terbengkalai dijalanan, lalu bapak mengambilnya dan membawanya kerumah sakit. Ditaruhlah anjing hitam itu disamping Dewi, kemudian katanya setelah dijilat oleh anjing tersebut Dewi yang pingsan kemudian terbangun dan muntah muntah dan sehat sampai sekarfang,” ucapnya.
Karena peristiwa tersebut, sampai sekarang Dewi suka mengobati serta memelihara anjing liar. Bahkan sampai saat ini, terdapat 52 ekor anjing yang tengah dirawatnya, “Sekarang Dewi sedang merawat 52 ekor anjing,” katanya.
Dewi yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SMK di Kecamatan Ubud ini mengatakan bahwa untuk satu hari, dirinya menghabiskan uang senilai Rp 200 ribu untuk memberi makan anjing-anjing peliharaannya. “Untuk satu hari menghabiskan uang Rp 200  ribu rupiah untuk memelihara 52 ekor anjing milik Dewi,” ungkapnnya.
Dalam sehari, anjing-anjing peliharaannya menghabiskan sebanyak 7 kilogram beras ditambah dengan ketela, roti, dan makanan anjing atau dogfood. “Setiap harinya dikasih makan sebanyak dua kali, pagi dan sore,” katanya.
Untuk menunjang biaya, beberapa donatur dikatakan secara dermawan sering memberikan donasi. Mulai dari donatur luar negeri sampai dengan dalam negeri, “Donatur sering membantu kami, mereka sering memberikan sumbangan dalam bentuk makanan dan uang,” ucapnya.
Namun, saat ini donasi dari donatur mengalami penurunan akibat wabah Covid-19. “Sebelum ada wabah Covid-19 banyak donatur yang membantu, tapi karena saat ini situasi Corona maka donatur berkurang,” katanya.
Dikatakan bahwa kedua orang tuanyapun mendukung kecintaan Dewi terhadap anjing ini.

 

Baca Juga :  Audiensi KPU Kota Denpasar dengan Pengadilan Negeri Denpasar

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here