Komisi IV DPRD Badung Sidak RSUD Giri Asih Abiansemal, Graha Wicaksana : Belum Bisa Layani Pasien

0
367

 

Balinetizen.com, Badung

Komisi IV DPRD Kabupaten Badung yang dikomando Ketua Komisi Nyoman Graha Wicaksana, Rabu (8/10/2025) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Asih di Abiansemal, Badung. Sidak digelar terkait belum beroperasinya RSUD walau sudah diresmikan pada Agustus yang lalu.

Sidak juga diikuti anggota Komisi IV lainnya seperti Made Suwardana, Putu Sekarini, Wayan Joni Pargawa, dan Gede Suraharja. Hadir juga Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita, Plt. Sekwan, serta sejumlah staf.

Ditanya terkait temuan sidak, Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana mengakui bahwa RSUD Giri Asih belum bisa menjalankan operasionalnya untuk memberi layanan kesehatan kepada masyarakat. “Temuan kami memang RSUD ini belum bisa memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kuta tersebut.

Menurutnya, hal disebabkan beberapa faktor seperti izin pinjam pakai lahan seluas 99 are untuk RSUD tersebut sudah berakhir sejak tahun 2024. Masa pinjam pakai hanya 5 tahun dalam satu periode. Dengan berakhirnya, masa pinjam pakai untuk periode pertama, otomatis harus memohon perpanjangan pinjam pakai untuk periode berikutnya.

Dengan proses perpanjangan ini, tegas Graha Wicaksana, otomatis RSUD belum bisa mengurus perizinan yang dibutuhkan seperti akreditasi dan predensial. “Akreditasi untuk beroperasi dan predensial untuk bisa menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Terkait temuan ini, Graha Wicaksana mendesak kepada Pemprov Bali untuk bisa menghibahkan lahan tersebut kepada Pemkab Badung untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal. “Jika masih tetap perlu perpnjangan, tentu saja menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengurus administrasi dan birokrasinya. Kami minta lahan tersebut bisa dihibahkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Koster Tegaskan Postur Penyusunan APBD Provinsi Harus Sehat

Jika akreditasi sudah keluar, katanya, RSUD sudah bisa beroperasi minimal untuk Unit Gawat Darurat (UGD)-nya. Selanjutnya baru mengurus predensial untuk bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Kami berharap, pertengahan 2026 RSUD Giri Asih sudah bisa menerima pasien dengan fasilitas BPJS Kesehatan,” harapnya.

Ditanya soal sarana dan tenaga kesehatan yang ada, Graha Wicaksana menyatakan sudah cukup. Sarana kesehatan yang ada berupa radiologi, city scan, ruang operasi, termasuk 100 bad untuk rawat inap pasien. Untuk tenaga kesehatan, ujarnya, juga sudah cukup memadai. “RSUD ini sudah memiliki dokter spesialis seperti dokter spesialis anak, spesialis bedah, mata, spesialis penyakit dalam dan sebagainya,” ungkapnya.

Walau begitu, Graha mengakui RSUD ini masih kekurangan sarana pendukung seperti AC, korden, genset dan yang lainnya. “Fasilitas pendukung ini tentu saja akan dilengkapi secara bertahap ketika RSUD ini sudah bisa beroperasi,” tegasnya. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here