Konaspi XII: Undiksha Tuan Rumah, Kampus Diingatkan Harus Jadi Pusat Solusi

0
54

Balinetizen.com, Badung

 

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII berlangsung di Bali. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dipercaya menjadi tuan rumah pada acara yang dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (2/10/2026). Perhelatan bergengsi dua tahunan ini mempertemukan seribuan akademisi dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI).

Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., menegaskan kedudukan strategis Konaspi XII sebagai wahana pemikiran kolektif. Rekomendasi akademik yang dirumuskan diproyeksikan menjadi kompas kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy) menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Momentum tersebut diperkuat oleh arahan tajam Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., yang mendesak perguruan tinggi meninggalkan paradigma lama berorientasi formalitas administratif. Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, ia menegaskan keberhasilan kampus kini diukur dari peran nyatanya sebagai pusat solusi, inovasi, dan penggerak ekonomi, bukan sekadar tumpukan publikasi atau jumlah lulusan. Menjawab tantangan middle-income trap, Kemdiktisaintek telah menata ulang relevansi pendidikan dengan menutup atau mentransformasikan 122 program studi pada 2026 serta memberlakukan IKU berbasis hasil (outcome).

Selaras dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menggelegarkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kemendikdasmen menekankan bahwa tolok ukur transformasi terletak pada pemerataan akses dan kualitas pembelajaran yang berkeadilan, bukan sekadar gonta-ganti kurikulum. Komitmen ini dibuktikan lewat perluasan Wajib Belajar 13 Tahun sejak PAUD, penguatan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 19,48 juta siswa pada 2026, serta penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis koding dan kecerdasan artifisial (AI).

Kemendikdasmen juga berkomitmen memuliakan guru melalui penambahan kuota PPG, kenaikan insentif guru non-ASN, hingga revitalisasi puluhan ribu sarana sekolah. Mendikdasmen menantang LPTK untuk menjadi benteng utama pencetak pendidik unggul, karena mutu sekolah Indonesia dua dekade mendatang sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan guru di LPTK hari ini. (RED-BN)

Baca Juga :  Seorang Pria Tewas Jatuh Kejurang Di Desa Telaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here