Konser Ultah ke-42 Slank di Bali, 100 Persen Tiket untuk Korban Banjir Sumatra

0
321

 

Balinetizen.com, Denpasar

Grup band legendaris Slank akan menggelar konser spesial bertepatan dengan ulang tahun ke-42 mereka pada Sabtu (27/12/25) di Pantai Mertasari Sanur, Bali. Konser ini dikemas berbeda karena seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk membantu korban banjir di Sumatra.

CEO Surya Group, Muhammad Suryo, mengatakan konser tersebut tidak sekadar hiburan, melainkan bentuk empati dan aksi nyata di tengah musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

“Konser ini bertepatan dengan ulang tahun Slank ke-42. Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda. Seratus persen tiket yang dibeli penonton akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita di Sumatra yang terdampak banjir,” ujar Muhammad Suryo.

Selain donasi tiket, konser amal ini juga akan diisi kegiatan lelang barang-barang milik personel Slank. Salah satu yang akan dilelang adalah Vespa milik Kaka Slank, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

“Sesama manusia kita harus punya empati dan tindakan nyata. Di konser nanti, personel Slank juga akan melelang beberapa barang, termasuk Vespa,” katanya.

Muhammad Suryo berharap produk HS dapat diterima masyarakat Bali. Ia menegaskan HS merupakan produk asli Indonesia yang mampu bersaing dengan kompetitor sebelumnya.

“Saya berterima kasih kepada warga Bali. HS ini 100 persen produk Indonesia dan kami berharap bisa diterima dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, drummer Slank, Bimbim, mengaku bahagia bisa kembali tampil di Bali yang disebutnya sebagai rumah kedua.

“Hari ini ulang tahun saya. Bahagia banget bisa kembali ke Bali. Kami sudah menyiapkan banyak lagu, semoga nanti di backstage tidak dikurangi,” kata Bimbim sambil tersenyum.

Bimbim juga mengungkapkan Slank akan merilis single terbaru tepat tengah malam yang akan masuk dalam album Slank ke-26.
“Nanti tengah malam kami rilis single terbaru yang merujuk ke album Slank ke-26,” ujarnya.

Baca Juga :  Ny Putri Koster Dorong Pelaku IKM Bertransformasi Digital

Vokalis Slank, Kaka, menjelaskan Vespa yang akan dilelang memiliki keistimewaan tersendiri karena telah dikonversi menjadi motor listrik dan merupakan edisi ulang tahun ke-40.

“Mesinnya sudah dikonversi listrik, edisi ulang tahun ke-40. Harga awal lelang Rp75 juta. Vespa ini sering saya pakai riding dan cukup istimewa,” ujar Kaka.

Meski demikian, Kaka menegaskan esensi utama lelang bukan pada barangnya, melainkan pada nilai kemanusiaan.

“Bukan soal Vespa-nya, tapi semoga hasil lelangnya besar supaya sumbangan untuk Sumatra juga lebih banyak,” katanya.

Personel Slank lainnya, Ivan, juga akan menyumbangkan gitar bass miliknya untuk dilelang.

“Saya akan menyumbangkan bass untuk dilelang. Semoga hasilnya bisa membantu teman-teman di Sumatra,” ujar Ivan.

Slank menilai konsistensi mereka selama lebih dari empat dekade tak lepas dari mimpi bersama dan dukungan Slankers yang tumbuh secara organik.

“Slanker itu tumbuh seperti contoh bapak menurunkan musik kami ke anaknya. Itu salah satu semangat kami bertahan sampai sekarang,” kata Bimbim.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan HS tetap membuat Slank bersemangat karena adanya ruang kreativitas.

“Kami masih semangat karena berjiwa nakal. Dari kenakalan itu justru kami tumbuh dan kreatif bikin sesuatu,” ujarnya.

Bimbim juga menyebut akan ada sesi tribute khusus untuk almarhumah Bunda Iffet pada konser kali ini.

“Tahun ini berbeda. Biasanya Bunda selalu naik panggung. Spirit Bunda tetap kami jaga, terutama pesan beliau: jangan dekati narkoba,” katanya.

Konser ini diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu penonton. Tiket dijual seharga Rp75 ribu dan sudah termasuk rokok HS edisi Slank, yang bisa dibeli secara online maupun langsung di lokasi.

“Harapannya donasi bisa terkumpul sebanyak-banyaknya. Bukan hanya membeli tiket, tapi juga meluangkan waktu untuk berdonasi dan membantu saudara kita di Sumatra,” pungkas Kaka.

Baca Juga :  Modus Baru Narkotika? Liquid Rokok Elektrik Mengandung Etomidate Beredar di Bali

Dengan semangat kebersamaan, Slank dan HS berharap kegiatan ini dapat meringankan beban korban bencana sekaligus menegaskan bahwa musik mampu menjadi jembatan empati dan harapan.(BN/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here