Balinetizen.com, Buleleng-
Rencana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Bali Utara yang tadinya masuk prioritas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), kini terdengar gaung yang konon dicoret dari PSN. Artinya bukan lagi me jadi skala prioritas untuk dila,ukan pembangunannya. Hal ini memantik pernyataan kontra dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Komisi II DPRD I Bali yakni IGK. Kresna Budi dengan tegas angkat bicara, dan menyatakan keberadaan Bandara di Bali, khususnya di Buleleng sangat vital untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Tidak hanya bandara Bali Utara, sejumlah PSN juga dikabarkan dicoret dari daftar, seperti proyek Kereta Api Kalimantan Utara, Inland Waterway Cikarang-Bekasi-Laut Jawa (CBL), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, Bendungan Tiro di Provinsi Aceh.
“Apabila memang benar rencana pembangunan Bandara terjadi pencoretan di PSN, maka terkesan Bali di anak tirikan.” ujarnya saat dikonfirmasi metrobali.com, Minggu, (31/7/2022) petang.
Menurutnya keberadaan pembangunan bandara, akan seiring terjadi pembangunan infrastruktur jalan untuk percepatan arus lalu lintas antar kabupaten dan khususnya Bali Utara dengan Bali Selatan. Begitu juga dengan multiplier efeknya terhadap peningkatan perekonomian.
“Investor dengan sendirinya akan datang, begitu juga dengan kete aga kerjaan akan mengurai dengan sendirinya,” ucap Kresna Budi yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng ini.
Iapun menegaskan berbicara bandara, adalah untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Kita memikirkan generasi muda kedepannya. Apalah artinya kita di dua puluh tahun kemudian. Kita hanya bisa mewariskan pembangunan yang bisa dinikmati oleh generasi muda dikelak kemudian hari,” terangnya
Namun demikian, dirinya masih tetap menarun harapa yang besar kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI, Joko Widodo untuk mempertimbangkan wacana pencoretan Bandara Bali Utara dari PSN. Mengingat keberadaan bandara di Bali memiliki peran strategis dalam konstelasi pariwisata maupun perekonomian nasional secara umum.
“Saya berkeyakinan rencana pembangunan Bandara Bali Utara tidak di coret dari PSN. Itu kan hanya baru sebatas wacana dan tentu ini akan dipertimbangkan kembali oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Kresna Budi
Dikatakan rencana pembangunan Bandara Bali Utara ini harus terus berjalan, mengingat kedepan kondisi Air Port Ngurah Rai tidak akan mungkin untuk bisa dikembangkan. Jika tidak dilakukan dengan cepat, tentu pariwisata di Bali akan terganggu. Terlebih lagi, ada target sebesar 30 juta kunjungan wisatawan.
“Bali memiliki target kunjungan wisatawan 30 juta orang. Maka dari itu, pemerintah harus mulai berpikir, bahwa membangun bandara baru di Bali adalah kebutuhan Bali untuk kedepan,” tandasnya
Untuk diketahui, rencana pembangunan Bandara Bali Utara tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres RI No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Konon wacana pencoretan rencana pembangunan Bandara Bali Utara lantaran tanah Duwen Pura di desa Kubutambhan yang rencana bakal sebgai lokasi bandara ini disebut bermasalah. Sebab tanah tersebut, telah dikontrak oleh pihak ketiga yakni PT Pinang Propertindo hingga batas tidak ditentukan.
Kabarnya, HGB yang dipegang oleh perusahaan itu telah dijaminkan do salah satu bank. Kondisi itu konon yang menjadi pertimbangan utama, sehingga pemerintah pusat telah mewacanakan akan mencoret rencana pembangunan Bandara Bali Utara dari PSN.
Dikonfirmasi terkait hal itu Kelian Desa Adat Kubutambahan, Jro Pasek Ketut Warkadea mengaku kaget jika tanh duwen pura disebut bermasalah. Jro Warkadea pun tak menampik, jik tanah yang nantinya rencana sebagai lokasi bandara memang dikontrak oleh pihk ketiga. Hanya saja persoalan itu dapat dikomunikasikan.
“Kalau bermasalah tidak ada itu. Ya dikontrak, tapi kan bisa dibicarakan baik-baik melalui komunikasi agar ad titik temu, ya jalan keluar seperti apa bisa duduk bersama. Ya kami berharap, agar bandara ini segera bisa terwujud karena ini harapan bersama untuk kemajuan ekonomi Buleleng,” pungkas Jro Warkadea.
Pewarta : Gus Sadarsana

