KTT G20, Pemeriksaan Identitas di Gilimanuk Libatkan Dinas Dukcapil Jembrana

0
244

Poto simulasi pengecekan KTP di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana

Balinetizen.com, Jembrana 

Pemeriksaan kendaraan, orang dan barang bawaan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana sebagai pintu masuk Bali diperketat. Pemeriksaan juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jembrana.

“Sesuai permintaan Polres Jembrana kami dilibatkan untuk pemeriksaan identitas (KTP) mulai tanggal 6 sampai 20 November dalam rangka kegiatan KTT G20 di Nusa Dua” jelas Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Jembrana, I Wayan Sudana, belum lama.

Disebutnya ada 6 personil PNS ditugaskan di Pelabuhan Gilimanuk berkaitan dengan pemeriksaan identitas (KTP). Penugasan personil nantinya terbagi menjadi 3 shift dan semuanya telah mendapatkan pelatihan.

Pemeriksaan KTP nantinya melalui aplikasi yang disebutnya, program be card management Dukcapil dan langsung terverifikasi dengan pusat. Program ini membaca semua isi data pada Chip E- KTP. “Seperti card reader. Sehingga kalau yang dibawa E-KTP orang lain atau palsu, akan ketahuan” ujarnya.

Ia mencontohkan si pembawa E-KTP mengaku bernama A. Karena foto dan data yang tertera dipermukaan E-KTP rusak sehingga sulit dibaca secara kasat mata, mungkin akan percaya. Namun dengan menggunakan alat pembaca Chip ini akan ketahuan apakah ia berbohong atau tidak. Karena semua data yang ada didalam Chip E-KTP akan dibaca. “Kita sudah uji coba dari tanggal 2 November lalu dan berjalan lancar” imbuhnya.

Disebutnya pemeriksaan identitas tidak terhadap semua orang yang akan masuk ke Bali. Namun hanya kepada yang diduga mencurigakan atau kartu identitasnya rusak dan atas permintaan dari petugas Polres Jembrana sebagai garda terdepan dalam kegiatan KTT G20.

“Kita tidak ikut memeriksa karena bukan kewenangan kita. Kita hanya memfasilitasi permintaan petugas untuk membaca data dalam E-KTP. Nanti ada petugas yang membawa ke pos kita” terangnya.

Baca Juga :  Polisi blokir rekening mafia tanah terkait laporan Nirina Zubir

Menurutnya perencanaan awal pemeriksaan atau pembacaan data pada Chip E-KTP serangkaian G20 di laksanakan di Kantor Dukcapil Jembrana. Namun karena keterbatasan pegawai, pihaknya kemudian melakukan pelatihan terhadap petugas Dukcapil yang memang bertugas di Pos KTP Gilimanuk.

Alat yang digunakan di Gilimanuk kata dia, mampu membaca semua data yang ada di KTP, baik E-KTP maupun KTP lama. Karena melalui aplikasi yang ada langsung dapat memverifikasi dan melakukan validasi data. Berbeda dengan alat portabel yang hanya dapat membaca E-KTP tetapi tidak mampu membaca KTP lama.

Sementara untuk melakukan verifikasi dan validasi data terhadap KTP yang mencurigakan cukup dengan menempelkan sidik jari pada alat dan selanjutnya aplikasi yang bekerja. “Kalau membawa KTP orang lain akan ketahuan karena akan muncul error. Aplikasinya memang dibuat begitu oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri” pungkasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here