
Balinetizen.com, Jembrana-
Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana kembali terjadi. Teranyar, 6 orang warga Jembrana dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Penambahan kasus Covid-19 ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Senin (24/8).
Penambahan enam (6) kasus baru ini menurutnya, dua (2) orang merupakan anak dan balita atau cucu dari seorang Kabid yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.
Selain itu, satu orang dari tracking kontak erat klaster perangkat desa di Desa Warnasari, Kecamatan Melaya dan seorang dokter dari Desa Batuagung.
Pasien dokter ini lanjutnya, dirawat dan tinggal di Denpasar, namun ber KTP Jembrana. Ia adalah ayah dari bayi yang sudah terkonfirmasi positif sebelumnya.
Tambahan kelima kata dia, berasal dari Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana. Pasien ini memang dirawat di RSU Negara karena suspect. “Ia dinyatakan positif (Covid-19) dari hasil swab” imbuhnya.
Sedangkan pasien keenam sambungnya, seorang bayi berusia dua (2) bulan berasal dari Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Dengan penambahan enam (6) kasus kata Arisantha, secara kumulatif jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 di Jembrana menjadi 109 kasus. Sementara yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 71 orang dan satu orang meninggal dunia.
Adanya lonjakan kasus positif memicu permasalahan baru di RSU Negara. Pasalnya, ruang isolasi yang tersedia maksimal untuk merawat 20 pasien, baik untuk pasien terkonfirmasi positif maupun suspect.
Untuk kekurangan ini pihak Gugus Tugas menyiasatinya dengan menunjuk Hotel Jimbarwana menjadi tempat isolasi. Penunjukan hotel ini merupakan kebijakan dari pimpinan Gugus Tugas dalam hal ini Bupati Jembrana. Namun lebih kepada pasien tanpa gejala.
“Jadi yang di rumah sakit itu diprioritaskan bagi pasien yang memiliki gejala. Kalau ada pasien sembuh dan dipulangkan, baru kita pindahkan” jelasnya.
Arisantha mengatakan adanya penambahan kasus baru secara berturut – turut menandakan penyebaran virus Covid -19 di era new normal ini masih terjadi. Karena itu masyarakat ditekankan untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Mari bersama sama disiplin melaksanakan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Jangan diabaikan, apalagi memandang remeh. Ini penting guna memutus mata rantai penyebaran dan melindungi yang lain,” pungkasnya. (Komang Tole)
Editor : SUT
