Langgar Izin Tinggal, WNA Italia Dideportasi Imigrasi Singaraja

0
231

 

Balinetizen.com, Buleleng

Kantor Imigrasi Singaraja kembali melakukan pendeportasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar peraturan izin tinggal. Kali ini tindakan tegas dilakukan terhadap seorang pria WNA asal Italia berinisial FAFC berusia 42 tahun.

Kepala Kantor Imigrasi Singaraja Hendra Setiawan menjelaskan bahwa dilakukannya pendeportasian ini, setelah hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa yang bersangkutan diduga telah melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal terbatas (ITAS) yang dimilikinya.

“Warga Italia berinisial FAFC ini terdaftar sebagai pemegang ITAS. Yangmana sebelumnya bekerja sebagai instruktur freediving di Bali. Namun, setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, ditemukan bahwa yang bersangkutan terlibat dalam memasarkan (marketing) aktivitas spearfishing melalui akun media sosialnya,” terang Hendra Setiawan, pada Rabu (14/5/2025) melalui pers riliesnya.

Ia menyebut pendeportasian ini merupakan langkah tegas dalam menegakkan peraturan keimigrasian. “Kami memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap WNA yang berada di wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem, Buleleng, dan Jembrana, mematuhi peraturan yang ada. Aktivitas yang dilakukan oleh yang bersangkutan jelas bertentangan dengan tujuan dan ketentuan izin tinggal yang
diberikan. Tindakan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ekosistem Pariwisata Bali,” tegas Hendra.

Langkah pendeportasian terhadap FAFC, ucap Hendra Setiawan telah dilaksanakan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan menggunakan penerbangan Thai Airways nomor TG 440 (Denpasar – Bangkok), yang selanjutnya menuju tujuan akhir di Malpensa Airport, Milan, Italia.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga negara asing yang
berada di Bali, untuk selalu mematuhi peraturan keimigrasian yang berlaku. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat merusak iklim investasi, pariwisata, dan keberlanjutan lingkungan Bali sebagai destinasi dunia,” pungkas Hendra Setiawa. GS

Baca Juga :  Orang Tua Berperan Dalam Mendampingi AnakSaat Bermedsos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here