Mahasiswa FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar Ikut Berpartisipasi Dalam Gerakan One Pot One People SMK Negeri 3 Denpasar

0
801

Balinetizen.com, Denpasar

Permasalahan lingkungan yang dihadapi manusia saat ini adalah pemanasan global dan perubahan iklim, Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dengan menyediakan jasa lingkungan berupa penyerapan emisi karbon dari hutan yang ada. Sehubung dengan Gerakan Nasional Menanam Pohon pada tahun 2010 yang di laksanakan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai penanaman 1 miliar pohon untuk  Indonesia lebih hijau.

“Hitungannya satu manusia, satu pohon. Berarti, kalau penduduk di sini 230 juta, kita tanam pohon 230 juta setiap tahun. Kita pasti bisa, Indonesia bisa, ” ujar Presiden.
SBY menambahkan, gerakan menanam pohon secara nasional akan berhasil jika seluruh pimpinan yakni di pemerintahan pusat, kepala daerah, dan pimpinan informal, bertanggung jawab secara moral dan memberikan contoh dalam menjaga lingkungan dan hutan.

Begitu pula yang di terapkan oleh SMK Negri 3 Denpasar yang mewajibkan seluruh siswa, wajib membawa 1 pohon untuk 1 siswa dan tanaman tersebut harus tetap hidup dan tumbuh selama siswa itu aktif bersekolah di smk negeri 3 denpasar, kegiatan ini selain mengikuti arahan presiden SBY kegiatan ini berguna juga untuk siswa lebih bertanggung jawab pada satu mahluk hidup yaitu tumbuhan untuk di rawatnya. gerakan ini tidak hanya untuk siswa melainkan seluruh staff atau guru yang terlibat dalam smk negri 3 denpasar, seperti yang di katakan bapak kepala sekolah SMK Negri 3 Denpasar Drs. AA. Bagus Wijaya Putra, M.Pd. beliau juga memiliki satu tanaman yang wajib beliau rawat dan hingga kini sudah tumbuh dengan subur.

Dalam gerakan satu orang satu pohon ini sangat berhubungan dengan profil atau logo sekolah yang memiliki arti pada setiap lambangnya yaitu bunga cempaka mekar berwarna kuning keemasan melambangkan siswa yang sedang berada di masa-masa gemilang atau bercahaya. Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran, keharmonisan dengan alam semesta. Buku berwarna putih melambangkan pendidikan belajar sepanjang hayat, warna putih mengartikan kesucian. Segi lima melambangkan pancasila dengan dasar warna biru melambangkan keteguhan dan tekat yang kuat selain itu warna biru juga melambangkan kedamaian. Pada kesimpulan arti logo tersebut pada proses pendidikan di SMK Negri 3 Denpasar di sesuaikan pada pancasila kedulatan semangat belajar yang tinggi, kesucian untuk memberikan masa depan yang gemilang dan selaras dengan alam.

Baca Juga :  Tim ITB Temukan Fakta Keberadaan Hewan Purba Di Waduk Saguling

Dalam kegiatan ini mahasiswa universitas mahasaraswati denpasar yang sedang melakukan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (1) di smk negeri 3 denpasar ikut berpartisipasi dalam gerakan satu orang satu pohon yang kami berikan untuk sekolah SMK Negeri 3 Denpasar. Kegiatan ini kami laksanakan pada senin, 28 maret 2022. Dalam gerakan one pot one people yang di lakukan oleh SMK Negeri 3 Denpasar membuat kesadaran untuk mahasiswanya, bahwa pentingnya tumbuhan dalam hidup kita di bumi ini, karena akibat adanya oksigen yang di hasilkan oleh tumbuhan kita dapat menghirup udara yang bersih dan segar. Tidak hanya itu sekolah smk negeri 3 denpasar juga menerapkan filosofi tri hitta karana yaitu berselarasan dengan alam nilai ajaran agama hindu berupa kegiatan penghijauan hutan, “kita sebagai mahluk hidup yang memiliki pikiran, akal, dan budi sudah sebaiknya kita saling menjaga mahluk hidup di bumi ini, baik hewan tumbuhan dan benda mati sekalipun tetap kita jaga dan kita rawat. Karena jika bukan kita siapa lagi yang harus memulai menjaga isi bumi ini” ujar bapak kepala sekolah Drs. AA. Bagus Wijaya Putra, M.Pd.

sekolah smk negeri 3 denpasar sangat berperan aktif untuk mahasiswa universitas mahasaraswati Denpasar yang sedang melakukan pengenalan lapangan persekolahan (PLP 1) yang bertujuan untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa pendidikan mengenai manajemen sekolah.

Mahasiswa yang terdiri dari  Ni Komang Triulan Cahyani, Ni Kadek Evi Desiani, Debora Gole Dada, Kadek Endriani Kusuma Putri, I Putu Arip Pradnyana, Komang Ayu Siva Santhi Wirya , Kadek Ovy Varera Sera Wilani, Ni Nyoman Ari Laksmi, Theresia Puja Devi Chavitri, Ayu Dewi Chandra Pradnyanita serta di damping oleh Ni Luh Putu Dian Sawitri S.Pd, M.Pd melaksanakan Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) I ini dengan mengobservasi SMK Negeri 3 Denpasar.

Baca Juga :  Forkompimda Buleleng Gunakan Mobil Ammored Watter Cannon Dan Damkar Semprotkan Desinfektan Di Kota Singaraja

Selama melakukan kegiatan PLP I di SMKN 3 Denpasar, kami mahasiswa Univeritas Mahasaraswati Denpasar di dampingi oleh Ibu Nyoman Aris Suparni, S.Pd.,M.Pd selaku Waka Kurikulum di SMKN 3 Denpasar. Beliau sangat detail menjelaskan berbagai data taupun pertanyaan yang kami lontarkan. Mulai dari data siswa, bagaimana saja kegiatan siswa selama disekolah, dan acara apa saja yang pernah berlangsung di sekolah. Beliau juga banyak memberikan beberapa kata-kata penyemangat untuk kami dalam menjadi guru dimasa yang akan datang.

Ikut serta dalam kegiatan penghijauan  sangat berpengaruh untuk kesehatan bumi. Masih sangat jarang hal ini kami temukan di sekolah- sekolah lainnya, gerakan one pot one people yang dilakukan oleh SMK Negri 3 Denpasar ini sangat bisa kami contoh untuk kami terapkan baik itu di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun untuk di rumah untuk menuju Indonesia lebih hijau.

Penulis : Dewa Gede Bambang Erawan, S. Pd., M. Pd, Ni Komang Triulan Cahyani, Ni Kadek Evi Desiani, Debora Gole Dada, I Putu Arip Pradnyana, Theresia Puja Devi Chavitri ( FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here