Mahatma Gandhi Pemberi Teladan Kekuasaan, Bukan Alat Melipat-Gandakan Keserakahan

0
164

 

Balinetizen.com, Denpasar

Mahatma Gandhi Negarawan Pemberi Teladan tentang Kekuasaan yang Didedikasikan bukan Alat untuk Melipat-Gandakan Keserakahan.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, melalui Ibu Gedong mempelajari dan menyimak pemikiran dan keteladan dari Mahatma Gandhi, Minggu 7 Nopember 2025.

Menurut Jro Gde Sudibya, Mahatma Gandhi pernah menolak menjadi Perdana Menteri pasca India merdeka, dan menyerahkannya ke negarawan lebih muda Nehru.

Dikatakan, aebagai Bapak Pendiri India hidup sangat bersahaja, dalam bahasa Gus Dur, hidupnya puritan sebagai ekspresi dari kemampuan pengendalian diri (self control), sangat bersahaja (self sufficiency) dan mandiri (self help).

“Kebersamaan ekstrem pejuang kemanusiaan ini, sehingga Soetan Sjahrir menyebutnya seorang “gembel” tetapi sangat disegani oleh lawan-lawan politiknya,” katanya.

Dikatakan, dalam perjuangan memerdekakan India, menggunakan moralitas dan spiritualitas sebagai basis perjuangan yang diekspresikan dalam laku politik: Ahimsa (Emoh Kekerasan), Satya (Kebenaran).

Menurut Jro Gde Sudibya, garis perjuangan hidupnya dikenal dengan motto yang begitu populer: -religions and social actions-, sikap keagamaan yang ditunjukkan dengan aksi nyata yang berkontribusi nyata untuk: keadilan, kemanusiaan dan respek ke sesama manusia.

Menurut Jro Gde Sudibya, nasehat Mahatma Gandhi menggema ke seluruh dunia, mempengaruhi cara berpikir pemimpin dunia berikutnya seperti: Soekarno, Nelson Mandela sampai Barack Obama, tentang: kekuasaan yang didedikasikan untuk publik, menjauhi keserakahan karena keserakahan pangkal penyebab penderitaan.
Dalam bahasa Gandhiji: greedy in to misery.

“Keteladanan Mahatma Gandhi masih relevan dewasa ini, dalam fenomena sosial orang memuja kekuasaan dan “ornamen” nya keserakahan,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, melalui Ibu Gedong mempelajari dan menyimak pemikiran dan keteladan dari Mahatma Gandhi.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Ketua Satgas: Hotel Karantina Bagi Penumpang Pesawat Dari Luar Negeri Dapat Dibuka untuk Umum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here