Maraknya HUT RI Ke 80 Tahun 2025 Di Singaraja, Tampilkan Jalan Kocak Mengundang Gelak Tawa Penonton

0
153

 

Balinetizen.com, Buleleng

Dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 80 di Tahun 2025, Pemkab Buleleng dalam hal ini Disdikpora Buleleng menggelar lomba gerak jalan 8 Km dan 17 Km, dilanjutkan dengan lomba jalan kocak.

Tampilan lomba jalan kocak ini, mengundang gelak tawa para penonton yang memadati pinggiran jalan Kota Singaraja dengan start di jalan Ngurah Rai Singaraja tepatnya di depan air mancur Taman Kota Singaraja pada Kamis (7/8/2025).

Sebanyak 13 peserta lomba jalan kocak yang sangat menarik simpati para penonton ini, secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Ke 13 regu peserta jalan kocak ini, dari instansi, komunitas, dan kelompok masyarakat yang menampilkan aksi teatrikal penuh humor, kostum nyentrik, dan yel-yel yang berhasil mengocok perut para penonton.

Menurut Plt. Kepala Disdikpora Buleleng yang juga selaku ketua panitia, Dewa Made Sudiarta menjelaskan adapun tema nasional HUT RI ke 80 adalah ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’.

“Ajang ini tak sekedar lomba, melainkan pesta rakyat yang menyatukan kreativitas dan kekompakan dalam bingkai kebangsaan,” ucapnya.

Adapun total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 45.500.000, dengan rute strategis yang dilengkapi titik display.

Mulai start di Jalan Ngurah Rai atau di depan Air Mancur Taman Kota Singaraja lanjut melewati Jalan Pramuka lalu ke Jalan Diponegoro – Jalan Erlangga hingga Finish di Eks Pelabuhan Buleleng.

Disisi lain salah satu koordinator peserta Gede Arya Septiawan dari regu Taruna Ayu Laksana, membagikan cerita persiapan mereka yang unik dengan mengangkat tema kerakyatan yang berkembang di Banjar Paketan, Singaraja kombinasi antara konsep lampau dengan suasana gerak jalan kocak yang sekarang dengan latihan 1 Minggu.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara Hadiri Hut Komunitas Beduda ke-18 

“Kami baru ikut tahun ini setelah 25 tahun vakum dengan mengangkat tema memedi atau orang-orangan sawah, dan kostum kami buat dari pelepah pisang kering,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak kalah seru, warga Buleleng tampak antusias memenuhi sisi jalan, memberi dukungan, dan mengabadikan momen-momen unik yang hanya muncul setahun sekali ini. Suasana yang hangat, akrab, dan penuh semangat kebangsaan terasa kental sepanjang jalannya lomba.

Putu Cahya Diasa menjadi salah satu penonton yang antusias menyaksikan lomba gerak jalan kocak secara langsung. Ia mengaku sengaja datang untuk melihat penampilan para peserta dari dekat karena merasa suasana langsung jauh lebih seru.

“Gerak jalan kocak ini kan diadakan setiap tahun, jadi saya mau nonton pertunjukannya apalagi yang aneh dan lucu-lucu secara langsung,” tutupnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here