Memahami Peran LPS dalam Menjamin Simpanan Masyarakat, Suara Optimisme dari Perbarindo Bali

0
216

 

Ketua DPD Perbarindo Bali Ketut Komplit

Balinetizen.com, Denpasar 

Bank Perekonomian Rakyat Bank dan Perekonomian Rakyat Syariah (BPR-BPRS) di Bali memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian dan memberikan perlindungan kepada simpanan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit.

Menurut Ketut Komplit, BPR-BPRS merupakan lembaga keuangan yang didasari oleh kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut menjadi landasan utama dalam mengelola simpanan dan menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada masyarakat.

“Dana yang tersimpan dan disalurkan oleh BPR-BPRS memiliki dampak positif dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya dalam keterangannya di Denpasar, Senin 8 April 2024.

Dalam menjalankan perannya, katanya BPR-BPRS harus menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, dan integritas yang tinggi. Hal ini menjadi pondasi yang kokoh dalam mengelola lembaga keuangan tersebut.

Data per Desember 2023 menunjukkan kinerja positif dari 132 BPR-BPRS anggota, dengan pertumbuhan asset mencapai 7,8% yoy sebesar Rp 20,6 triliun. Penyaluran kredit atau pembiayaan mencapai Rp 13,06 triliun, tumbuh 6,4% yoy, sementara penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp 16,2 triliun, tumbuh 12,2% yoy.

Namun, di tengah kondisi yang positif, terdapat peristiwa mencemaskan saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha BPR BAA. Hal ini menjadi alarm bagi semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, untuk meningkatkan fungsi, peran, dan tanggung jawab dalam mendukung kelangsungan BPR-BPRS di Bali.

Ketut Komplit menegaskan bahwa meskipun terdapat tantangan, BPR-BPRS di Bali sedang berupaya bersama untuk memulihkan kondisi perekonomian pasca Covid-19.

Dia juga menambahkan bahwa Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menjamin simpanan di BPR-BPRS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Rls)

Baca Juga :  BI: Pertumbuhan uang beredar Mei melambat, capai Rp6.994,9 triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here