Memasuki Hari Ke-7 Pencarian 5 Jurnalis, Puluhan Wartawan di Bali Gelar Doa Bersama

0
34

Ket foto : Jurnalis Bali gelar doa bersama untuk 5 Wartawan yang hilang saat meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau/Anggara Mahendra (PFI Denpasar)

 

Balinetizen.com, Denpasar

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi media di Bali berkumpul di depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026).

Mereka bukan hanya sekedar berkumpul melainkan menggelar aksi doa bersama untuk lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).

​Aksi solidaris yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar ini diikuti lebih dari 50 jurnalis. Sejumlah organisasi pers yang hadir antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali.

​Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi, mengungkapkan harapan besar agar memasuki hari ketujuh pencarian oleh tim SAR (Search and Rescue), keberadaan rekan-rekan sejawat mereka segera menemui titik terang.

​”Kami semua berharap agar besok pada hari ketujuh bisa ditemukan atau bisa ada hasil yang lebih baik dengan doa-doa yang kita panjatkan hari ini. Semoga dapat mempermudah pencarian tim rescue dan membuahkan hasil,” ujar Dicky di lokasi aksi, Minggu (13/9).

​Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berlangsung selama tujuh hari sejak ditunjuknya Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), dan dapat diperpanjang atas pertimbangan kemanusiaan.

​Dicky menambahkan bahwa para wartawan yang hilang merupakan jurnalis senior yang memiliki pemahaman kuat terkait mitigasi dan risiko peliputan bencana.

​”Namun rupanya naas menghampiri, entah apa yang terjadi. Mereka bukan orang baru, mereka adalah senior-senior saya. Saya pribadi kenal empat dari kelima orang itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Inflasi! TPID Badung Perkuat Kerja Sama Pangan Hadapi Hari Raya

​Selain pemanjatan doa, aksi solidaritas ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi bertema laut dan perjuangan. Penyair Pranita Dewi dari komunitas Denpasastra membacakan puisi berjudul “Kabar dari Laut”, disusul oleh pembacaan puisi berjudul “Anak Yang Memeluk Matahari” karya Moch Satrio Welang.

​Lima wartawan visual yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terdiri dari empat anggota PFI Jakarta dan Tangerang serta satu jurnalis lepas:

​Muhammad Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Biro Banten)

​Arie Basuki (Fotografer Merdeka.com)

​Yudistiro Pranoto (Fotografer iNews.id)

​Firdaus Wajidi (Videografer Anadolu Agency)

​Donal Husni (Wartawan Visual Lepas)

​Sementara itu, tiga awak kapal yang mendampingi mereka dalam perjalanan peliputan erupsi Anak Krakatau tersebut yakni:

​Warta (Nahkoda)

​Surakman (Anak Buah Kapal / ABK)

​Heritanto (Pemandu)

(RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here