Cegah Inflasi! TPID Badung Perkuat Kerja Sama Pangan Hadapi Hari Raya

0
191

 

 

Balinetizen.com, Badung

Menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri 1446 H, dan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung menggelar High Level Meeting (HLM) bertema Mewujudkan Ketahanan Pangan Kabupaten Badung serta Menjaga Stabilitas Harga. Pertemuan yang berlangsung strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dengan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, termasuk Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, serta perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Bali, dan perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Bupati Badung menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga guna memastikan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Badung mengalami deflasi sebesar -0,89% (mtm) pada Februari 2025 dengan inflasi tahunan sebesar 0,98% (yoy). Meskipun deflasi tercatat pada Februari, tekanan inflasi diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akibat tingginya permintaan bahan pangan.

“Langkah antisipatif harus segera dilakukan, terutama dalam mengendalikan harga komoditas yang memiliki bobot inflasi tinggi, seperti daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, beras, minyak goreng, telur ayam ras, tomat, dan ikan tongkol,” ujar Bupati Adi Arnawa, di Badung, Selasa (11/3/2025).

Kepala BPS Kabupaten Badung, Komang Bagus Pawastra, menjelaskan bahwa deflasi Februari disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras. Namun, beberapa komoditas seperti tepung terigu dan minyak goreng mengalami kenaikan harga, sehingga perlu pengawasan yang ketat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, menambahkan bahwa sebagai destinasi wisata internasional, Kabupaten Badung memiliki kebutuhan pangan yang tinggi, baik dari penduduk lokal maupun wisatawan. Untuk mengatasi risiko kenaikan harga, TPID menerapkan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Baca Juga :  Usung Tema Jayastambha, Denfest ke-16 Siap Digelar di Kawasan Catur Muka Kota Denpasar

Beberapa langkah yang direkomendasikan untuk stabilisasi harga meliputi:

Penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan daerah pemasok

Perluasan contract farming dengan petani lokal

Kolaborasi dengan sektor perhotelan dan platform e-commerce guna memperkuat akses masyarakat terhadap produk lokal

Pada akhir pertemuan, Bupati Badung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan intensif terhadap program peningkatan produktivitas sektor pertanian. Langkah-langkah yang diambil mencakup optimalisasi sistem irigasi, mekanisasi pertanian, serta dukungan insentif bagi petani guna mencegah alih fungsi lahan pertanian.

“Peran Perumda Pangan dan Pasar harus semakin diperkuat sebagai offtaker hasil pertanian agar harga komoditas strategis tetap terjangkau. Pemerintah juga tengah merumuskan insentif khusus bagi petani untuk memastikan sektor pertanian tetap berkelanjutan di Badung,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, TPID Kabupaten Badung optimis dapat menjaga inflasi dalam target yang ditetapkan pemerintah, yaitu 2,5±1%, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here