Menyongsong Krisis Ekonomi, Pemerintah Semestinya tidak Menafikan Risiko Ekonomi yang Menghadang

0
331

Jro Gde Sudibya,ekonom,pengamat ekonomi

 

Balinetizen.com, Denpasar

Optimisme yang berlebihan, bisa menjebak ke kondisi miskonsepsi, keliru menafsirkan realitas. Harga minyak sekarang sudah 110 dolar AS per barel, naik 57% dari asumsi harga APBN 2026 70 dolar AS per barel. Karena pasokan minyak dari Teluk Hormuz tidak bisa diperoleh, diperkirakan impor minyak mentah akan dialihkan ke AS.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya,ekonom,pengamat ekonomi, Sabtu 14 Maret 2026.

Menurut pakar perminyakan, akan menaikkan harga minyak 20 persen untuk: transportasi, tambahan premi asuransi, dan biaya penyesuaian kilang di dalam negeri.

Total kenaikan harga minyak mentah diperkirakan menjadi 77%. APBN tidak sanggup menanggulangi subsidi ini, sehingga harga BBM mesti naik.

Kenaikan BBM akan mendorong inflasi, inflasi kembar, karena kenaikan biaya produksi, dan inflasi psikologi, masyarakat mendorong barang yang membuat inflasi lebih tinggi.

Pemerintah mesti mengakui resiko ekonomi ini, bukan mengabaikannya, karena pengabaian berisiko salah dalam pengambilan keputusan.

Lebih baik pemerintah menyusun program mitigasi ekonomi merespons datangnya krisis ekonomi, sehingga tidak gagap dalam mengelola krisis.

Presiden mesti dapat masukan yang akurat terhadap potensi krisis ekonomi day to day, bukan “dijebak” dengan laporan ABS yang sangat membahayakan perekonomian.

Menteri Keuangan sebagai bendahara negara mesti punya data keuangan negara yang akurat, lebih irit bicara untuk menenangkan pasar, siap dengan keputusan antisipatif yang “work in” di lapangan.

“Pengalaman krisis ekonomi tahun 1966 dan krisis keuangan tahun 1998, inflasi naik tinggi, 650% tahun 1966, 80% tahun 1998, kekuasaan pemerintahan jatuh,” kata Jro Gde Sudibya,ekonom,pengamat ekonomi.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  MUI, Muhammadiyah Dan NU Buleleng Apresiasi Polri Pengamanan Idul Fitri 1444 H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here