Balinetizen.com, BadungÂ
Enggar Prasetiawan penanggung jawab perusahaan distributor minyak goreng curah PT Sawit Tunggal Arta Raya (STAR) anak perusahaan dari PT Mega Surya Emas (memproduksi Sunco) mengungkap fakta bahwa kebutuhan akan minyak goreng di Bali sangat tinggi.
“Iya peminatnya tinggi bisa sampai 200 ton sehari,” ungkap Enggar di Denpasar, Bali, Jumat (14/4/2023).
Minyak goreng curahnya sendiri diproduksi dari Sidoarjo, di Bali hanya sebagai depo pengisian yang selanjutnya pihak D2 (Agen) melakukan pembelian dalam partai besar.
Untuk ke kabupaten Badung sendiri kata dia bisa mencapai 80 – 200 ton.
Pihaknya menetapkan harga sesuai keputusan dari pusat yaitu di kisaran
harga 12.550/kg dan 12.750/liter
“Di D2 ke pengecer dijual 14.000/kg itu sudah sesuai ketentuan pemerintah,” katanya.
Dalam depo nampak dua tangki besar, tangki tersebut berisi minyak goreng curah dengan kapasitas per-tangki 2100 ton.
Menurut Enggar dalam kurun waktu tidak lebih dari dua bulan tangki minyak selalu habis.
Pihaknya selalu memastikan kualitas dari minyak goreng curahnya. Jika tidak habis kata dia akan diambil oleh pusat dan diisi kembali dengan minyak goreng curah yang baru.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Badung Ida Bagus Gede Arjana mengatakan untuk di Badung hingga momen hari raya Idul Fitri lebih dari cukup.
“Kita suplai ke Badung itu sekitar 11 ton dengan harga Rp12.550 per kilogram dan 12.750 per liter,” katanya dihubungi Jumat (14/4/2023).
Pewarta : Tri Prasetiyo

