​Balinetizen.com, Denpasar
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Kantor Wilayah DJBC Bali Nusra berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara yang dikendalikan langsung dari Kamboja.
Pengungkapan kasus ini berawal dari hasil analisis informasi intelijen terkait adanya paket kiriman mencurigakan yang ditujukan ke wilayah Denpasar, Bali.
​Tindak lanjut berupa operasi controlled delivery digelar pada Jumat (31/7). Tim Bidang Pemberantasan BNNP Bali berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial GAS alias Boing di tempat tinggalnya kawasan Jalan Taman Pancing, Denpasar, sesaat setelah menerima paket tersebut.
​Untuk mengelabui petugas, para pelaku menggunakan modus menyembunyikan barang haram di dalam komponen knalpot sepeda motor bekas. Penggeledahan di lokasi penangkapan serta kamar indekos tersangka mengungkap penyitaan empat jenis narkotika sekaligus.
​Etomidate: 19 paket cartridge vape berisi cairan narkotika.
​Ganja: 11,12 gram netto yang disembunyikan di dalam ruang knalpot.
​Ekstasi: 64,5 butir tablet yang ditemukan di kamar indekos pelaku.
​Happy Water: 3 sachet cairan kental narkotika jenis baru.
​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan analisis alat komunikasi, tersangka GAS mengaku dikendalikan oleh seorang pria bernama Sangap yang bermukim di Kamboja.
Paket berisi narkoba tersebut dikirim dari Medan oleh seseorang beridentitas “Bang Gogon” atas perintah Sangap untuk diedarkan di Bali. Saat ini, tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan di kantor BNNP Bali guna proses penyidikan dan pengembangan jaringan lebih lanjut.
​Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., menyoroti pergeseran tren narkotika yang kini marak bertransformasi dari bentuk padat ke bentuk cair (liquid) dengan berbagai taktik penyamaran baru.
Penindakan tegas ini menjadi langkah krusial dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkotika.(RLS)

