Moment Liburan Perayaan Ulang Tahun WNA Ausie ‘Berdarah’ di Bali, Istri Korban Alami Trauma Berat

0
287

 

Tim Kuasa Hukum Istri Korban Penembakan WNA Ausie di Bali

Balinetizen.com, Badung

Kasus penembakan terhadap seorang Warga Negara Australia berinisial ZR di sebuah villa di Desa Munggu, Badung, pada 14 Juni 2025 mengguncang citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.

ZR tewas seketika di lokasi kejadian, sementara istrinya, GJ, yang juga saksi kunci, mengalami trauma berat dan masih berada di Bali.

Kuasa hukum GJ dari Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DnT Lawyers), yakni Boris Tampubolon, Pahrur Dalimunthe, dan Sary Latief, menyatakan bahwa kliennya masih dalam kondisi syok berat. GJ kini terpisah dari enam anaknya di Australia, termasuk seorang bayi berusia sembilan bulan, dan belum dapat memberikan keterangan lengkap kepada penyidik.

“GJ hingga kini masih belum dapat makan dan sangat tertutup, namun memiliki keinginan kuat untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Sebagai ibu dari 6 anak, termasuk bayi 9 bulan, ia kini menghadapi tekanan mental berat, terutama karena harus menghadapi peristiwa ini seorang diri di Bali,” ujar Sary Latief di Badung, Selasa (24/6/2025).

Menurut kesaksian GJ, katanya ia dan suaminya ZR tiba di Bali pada 12 Juni 2025 untuk berlibur. Pada malam 13 Juni, mereka makan malam bersama dan kembali ke villa untuk beristirahat. Ketika kejadian berlangsung, GJ mengaku sudah tertidur.

“Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Kejadian berlangsung sangat cepat—ZR syok dan tidak sempat melarikan diri, hanya membeku di bawah selimut. Ia tidak melihat wajah pelaku karena tertutup helm. Sekilas hanya melihat postur dan jaket pelaku. Setelah kejadian, GJ pergi ke kamar mandi dan melihat lokasi penembakan sebelum keluar untuk meminta bantuan,” jelas Sary.

Sary menegaskan bahwa ZR dan GJ adalah pasangan suami istri sah secara hukum, menepis kabar simpang siur mengenai hubungan ZR dengan dua orang lainnya yang disebut dalam pemberitaan, yakni SR dan DG, yang disebut hanya sebagai rekan atau partner, bukan pasangan suami istri.

Baca Juga :  Bupati Tamba Lepas Peserta Kemah Budaya Tahun 2022

Dari hasil penyelidikan awal kepolisian, lanjut Sary, tidak ditemukan adanya barang-barang milik korban yang hilang.

“HP, pakaian, koper, dan barang-barang berharga lainnya masih lengkap. Bahkan isi HP korban telah diperiksa dan tidak ditemukan hal mencurigakan,” terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa luka tembak tepat mengenai dada kiri dekat jantung korban.

“Hal ini menguatkan dugaan bahwa penembakan ini dilakukan dengan rencana matang dan bukan sekadar pencurian,” tegas Sary.

Sementara itu, Boris Tampubolon menampik spekulasi yang mengaitkan latar belakang korban dengan aktivitas gangster di Australia.

“Kalau perihal itu, kita sudah telusuri dan itu kan media Australia yang membesar-besarkan. Itu bukan kapasitas kami untuk menjelaskan latar belakang korban. Kita tidak bisa pastikan karena latar belakang penghilangan nyawa kaitannya dengan gangster itu biar menjadi urusan kepolisian yang menjelaskan. Kita hanya konsern bagaimana ini bisa diusut,” ujarnya.

Terkait motif penembakan, pihak keluarga tidak memiliki dugaan apapun.

“Istri ini tidak tahu menahu. Tiap pasangan kan beda-beda. Dia ini tidak tahu sama sekali yang terjadi. Justru dia mencari tahu motif penembakan. Dia sama sekali tidak tahu,” pungkas Boris.

Saat ini, GJ masih berada di bawah pengawasan dan perlindungan hukum dari tim kuasa hukum, sambil menunggu perkembangan penyelidikan lanjutan oleh pihak kepolisian Bali. Kasus ini masih menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut citra keamanan pariwisata di Pulau Dewata.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here