Tantangan Pemerintahan Presiden Prabowo dalam Merespons Ketegangan Politik Tinggi di Timur Tengah

0
470

 

Balinetizen.com, Jakarta

Serangan Israel terhadap Iran, dibalas dengan serangan balik Iran, dan diikuti oleh serangan AS terhadap pusat-pusat pengayaan nuklir Iran, dengan kemampuan teknologi persenjataan maksimal, bisa saja melahirkan casus belli terjadinya Perang nuklir di kawasan itu, jika Rusia, China dan Korea Utara “berpartisipasi”.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kecenderungan masa depan, Selasa 24 Juni 2025.

Dikatakan, dari para pakar persenjataan global kita mengetahui, jumlah stock hulu ledak nuklir yang ada di bumi ini, jika dipergunakan akan mampu memusnahkan bumi ini beserta penghuninya dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

“Semoga saja itu tidak terjadi, “pralayaning gumi”, tuan-puan penguasa dunia masih punya cukup kewarasan untuk menahan diri, menghindari perang nuklir,” kata Jro Gde Sudibya kepada metrobali.co.id.

Menurutnya, dari aspek ekonomi PR besar yang dihadapi pemerintah Indonesia, mitigasi penyelamatan ekonomi, jika eskalasi perang Iran – Israel – AS berkelanjutan.

Dikatakan Jro Gde Sudibya, diperkirakan harga minyak naik US Dolar 130 per barel, sedangkan asumsi dalam APBN US Dolar 82 per barel. Ini berarti tekanan fiscal makin tinggi, dana subsidi BBM bertambah, dana impor minyak bertambah.

“Ruang fiscal pemerintah Indonesia yang sudah berat, akan semakin berat, akan mengganggu program pemerintah,” kata Jro Gde Sudibya.

Dampaknya, lanjutnya lalu lintas penerbangan Eropa- Asia, demikian juga sebaliknya, yang lazimnya melewati kawasan udara Iran, akan terganggu dan bisa tersumbat. Tersumbatnya lalu lintas, berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi kawasan dan juga industri pariwisata.

“Pemerintah Indonesia semestinya merumuskan program mitigasi, sampai ke posisi terburuk – worse case scenario – untuk mengelola risiko dadakan yang biayanya bisa sangat besar,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kecenderungan masa depan.

Baca Juga :  Perkembangan Harian Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Lampaui Penambahan Kasus Positif Covid-19

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here