Nataru 2023, Ratusan Ribu Orang Menyeberang ke Bali

0
194
Balinetizen.com, Jembrana
Mobilitas penyeberangan di Selat Bali hingga H+1 Natal 2023 dan menjelang Tahun Baru 2024 masih padat dan ramai. Menghadapi puncak arus kedua.angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memaksimalkan layanan operasional di lintasan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sebagai pelabuhan kedua tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Berdasarkan Posko Data Cabang Ketapang, ASDP mencatat sebanyak 241.057 orang telah menyeberang ke Bali dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dari H-7, Senin (18/12/2023) pukul 08.00 hingga Natal, Senin (25/12/2023) pukul 08.00 WIB atau naik 27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 189.137 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 57.964 unit atau naik 27 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 45.527 unit.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengatakan, puncak kepadatan arus berangkat Nataru terjadi pada H-2 atau Sabtu (23/12/2023) mencapai 43.467 orang. Sedangkan untuk kendaraan roda dua dan empat puncaknya terjadi pada H-3 dengan total 31.836 unit roda dua dan 32.940 unit kendaraan roda empat.
Shelvy menjelaskan pergerakan masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru ini alami peningkatan seiring antusiasme masyarakat melakukan perjalanan bersama keluarga dan kerabat, yang juga berbarengan dengan libur anak sekolah.
“Kami melihat adanya peningkatan signifikan penumpang yang menggunakan kapal feri pada momen libur Natal khususnya para pengendara roda dua dan mobil pribadi yang ingin berlibur ke Bali dengan keluarga jelang akhir tahun ini,” ujar Shelvy, Selasa (26/12/2023)
Selama Nataru 2023, pihak ASDP Cabang Ketapang telah menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menghadirkan layanan prima bagi masyarakat. Yakni dengan menyediakan 57 unit kapal siap operasi, 792 kapasitas parkir di Pelabuhan Ketapang dan 659 kapasitas parkir di Pelabuhan Gilimanuk.
Dan lanjutnya, untuk mengantisipasi puncak arus kedua jelang akhir tahun ini, ASDP telah mempersiapkan sejumlah strategi dan juga berkoordinasi aktif baik dengan BPTD selaku regulator dalam penentuan jadwal kapal, dan juga dengan pihak Kepolisian terkait dengan pengaturan lalu lintas jalur dari dan ke pelabuhan, demi menjaga kelancaran, keamanan dan ketertiban.
“Kami telah menyiapkan antisipasi terkait terjadinya antrian kendaraan di dalam pelabuhan, salah satunya dengan adanya screening tiket di area buffer zone sebagai salah satu upaya delaying system sehingga kendaraan tidak memadati pelabuhan. Dan sesuai arahan Kementerian Perhubungan bahwa selama periode Angkutan Nataru, agar penumpang dan kendaraan penumpang mendapatkan prioritas utama dalam layanan,” ungkapnya.
Sejalan dengan arahan regulator tersebut, ASDP menyiapkan dermaga Bulusan demi mendukung pengalihan layanan bagi truk logistik dengan rute biasa LCM Ketapang menuju Gilimanuk menjadi dari Bulusan menuju Gilimanuk. Dengan pemisahan kendaraan penumpang dan barang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas operasional dan pelayanan di Pelabuhan Ketapang.
Selain itu, pengalihan layanan transportasi lintas laut bagi truk listrik juga dialihkan ke Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Lembar (NTB). Selama periode ini, Pelabuhan Ketapang fokus melayani pengguna kendaraan kecil/ pribadi, roda 2 dan bis wisata.
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kepala KORPS Lalu Lintas Kepolisian RI, dan Direktur Jenderal Bina Marga tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, ditetapkan bahwa perlu dilakukan pembatasan operasional angkutan barang dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di ruas jalan non tol pada Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Sementara itu berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam, periode Senin (25/12/2023) pukul 08.00 WIB hingga Selasa (26/12/2023) pukul 08.00 WIB) atau pada hari Natal tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 29 unit kapal. Sedangkan realisasi total penumpang mencapai 33.757 orang atau naik 24 persen dibandingkan  periode yang sama tahun lalu sebanyak 27.305 orang.
Selanjutnya realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 2.113 unit atau naik 50 persen dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 1.409 unit. Kendaraan roda empat mencapai 3.956 unit, naik 22 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.252 unit. Sedangkan truk logistik yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 1.561 unit atau naik 1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama di tahun lalu sebanyak 1.542 unit.
Sebaliknya, data Posko Gilimanuk pada (24 jam) pada Senin (25/12/2023) pukul 08.00 hingga Selasa (26/12/2023) realisasi total penumpang mencapai 33.240 orang atau naik 49 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 22.311 orang. Sementara realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang ke Jawa mencapai 2.158 unit atau naik 47 persen dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 1.468 unit.
Kendaraan roda empat mencapai 3.412 unit atau naik 46 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.342 unit. Sedangkan truk logistik yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 1.340 unit atau naik 16 persen dibandingkan realisasi periode yang sama di tahun lalu sebanyak 1.153 unit.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mulai dari H-7 hingga H+1 Natal, Selasa (26/12/2023) tercatat 205.348 orang atau naik 20 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 170.530 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 53.021 unit atau naik 28 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 41.316 unit. (Komang Tole)
Baca Juga :  Operasi Pasar LPG 3 Kg di Badung, Masyarakat Tidak Berebut Lagi, Diskop, UMKM dan Perdagangan Distribusikan 3.360 Tabung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here