Ny. Putri Koster Motivasi Peserta Bimtek Tenun Cag-cag Khas Sembiran

0
219

 

Balinetizen.com, Buleleng

Berbagai hasil karya kerajinan kain tenun ikat khas yang unik dari beberapa daerah di Bali terancam punah akibat membanjirnya hasil produk tenun bordir pabrikan di pasaran yang secara persaingan harganya lebih murah. Salah satunya dialami oleh produk tenun Cag-Cag asli khas Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Melihat fenomena tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster melakukan berbagai upaya agar tenun ikat asli lokal tidak mengalami kepunahan. Dalam hal ini, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Buleleng menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenun Cag-cag yang digelar selama 5 hari mulai tanggal 16 s.d 20 Desember 2022, bertempat di Kantor Desa Sembiran, pada Jumat, (16/12/2022).

Putri Koster menjelaskan kegiatan ini sebagai wujud regenerasi pengerajin Tenun khas Sembiran yang konon lebih lama dari Tenun Gringsing yang ada Tenganan. Sinergi dari Pemerintah Desa (Pemdes) dengan desa adat untuk segera memastikan perarem yang mengatur tentang penggunaan tenun tersebut.

“Bagi masyarakat sekitar yang harus digencarkan sebagai bentuk apresiasi kinerja dari pengerajin, agar lebih semangat dalam berkarya.” tegasnya

“Mari dengan masuk ke peraturan adat sehingga masyarakat diharuskan memakai itu, dengan kita memakai kain tersebut alhasil permintaan tenun akan terus ada dan masyarakat Sembiran khususnya yang menjadi pengerajin akan terus menenun,” ajak Putri Koster.

Menurutnya langkah ini juga selanjutnya harus tetap didukung dari pihak Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sembiran untuk mengawal hasil dari kerajinan yang dibuat oleh pengerajin dan menjualnya dengan harga yang kompetitif.

“Hasil pengerajin nantinya bisa laku di berbagai kalangan, dan merambah pasaran di luar Desa Sembiran.” tandasnya.

Baca Juga :  MOSELI888, Kendaraan Listrik Hemat Energi Buka Gerai di Bali

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DisperindagkopUKM) Buleleng Ariston Adhi Pamungkas menerangkan kegiatan yang menyasar 15 orang penenun ini, menerima bantuan alat tenun dan benang. Sehingga diharapkan melalui pelatihan Tenun Cag-cag, dapat melestarikan adat dan budaya yang berkembang di Desa Sembiran.

Dikatakan juga bahwa dalam lingkup kabupaten, pihak DisdagperinkopUKM Buleleng selalu siap mendukung dari segi pemasaran, terlebih dengan sudah tersedianya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) melalui inkubator kriya maka disana akan dioptimalkan demi keberlangsungan sentra UMKM khususnya tenun yang ada di Desa Sembiran.

“Kita akan lebih menggencarkan dan responsif lagi dalam pelaksanaan regenerasi sehingga adat dan budaya Bali tetap lestari demi anak cucu kita nanti,” pungkasnya.

Secara terpisah, salah satu peserta Bimtek Kadek Dwi Suardiani mengaku mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dekranasda Provinsi Bali. Sehingga mendapat ilmu dan pengalaman baru dalam hal Tenun Cag-cag, yang merupakan ciri khas kerajinan Desa Sembiran. Dinana selama pelatihan, dirinya sudah mendapatkan ilmu dalam hal tenun Cag-Cag, serta menggulung benang.

”Kalau tenun ini saya sudah mengetahuinya sejak lama, namun untuk mencoba mendalami pembuatannya baru kali ini. Semoga dengan pelatihan tenun ini dapat melestarikan tenun Cag-cag serta dapat dikenal banyak orang” tutup Dwi Suardiani. GS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here