Ombak Sanur Dipenuhi Peselancar Perempuan, Girls Go Surfing Day 2026 Cetak Antusiasme Tertinggi

0
55

Balinetizen.com, Denpasar-

Rip Curl Girls Go Surfing Day 2026 mencetak sejarah baru dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan acara. Kegiatan tahunan edisi ke-23 ini digelar di Rip Curl School of Surf, Sanur, Bali, Minggu (10/5/2026), dan diikuti hampir 150 perempuan dari berbagai negara. Sejak pagi, suasana Pantai Sanur terlihat ramai oleh peserta dari berbagai usia yang antusias mengikuti kegiatan surfing dan aktivitas komunitas lainnya. Sekitar 50 persen peserta merupakan perempuan Indonesia, sementara sisanya wisatawan mancanegara yang sedang berada di Bali. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai kemampuan, mulai dari pemula hingga peselancar berpengalaman.

Marketing Communication Manager Rip Curl Indonesia, Gaby Amanda, mengatakan peningkatan jumlah peserta perempuan Indonesia menjadi hal paling menarik pada tahun ini. Menurutnya, beberapa tahun lalu olahraga surfing masih identik dengan wisatawan asing dan belum banyak diminati perempuan lokal. “Partisipasi perempuan Indonesia kali ini luar biasa. Sekarang mereka mulai sadar kalau ombak di Indonesia itu cantik dan termasuk yang terbaik di dunia,” ujar Gaby.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti acara tahun ini berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari anak usia 11 tahun hingga perempuan berusia di atas 40 tahun. Menurutnya, surfing dapat dipelajari siapa saja selama tetap mengikuti arahan pelatih dan merasa nyaman berada di laut. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pelatihan langsung dari atlet perempuan Rip Curl bersama 10 pelatih surfing profesional asal Indonesia. Sebelum masuk ke laut, seluruh peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan dasar mengenai keselamatan di air, teknik paddling, cara naik ke papan surfing, hingga posisi berdiri saat menangkap ombak.

Gaby menyebut mayoritas peserta tahun ini merupakan pemula dengan persentase sekitar 60 persen dan sebagian besar berasal dari Indonesia. Karena itu, ombak Pantai Sanur yang cenderung kecil dan tenang dinilai sangat cocok untuk belajar surfing. “Ombak di Sanur itu mellow, bagus untuk beginner, dan tingginya tidak sampai satu meter, jadi aman untuk belajar,” katanya.

Baca Juga :  Hary Tanoe Lantik Mantan Pangdam V Brawijaya Jadi Ketua DPW Partai Perindo Jatim, Perkuat Infrastruktur Daerah Guna Raih Double Digit

Selain surfing, Girls Go Surfing Day 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas komunitas seperti yoga bersama, voli pantai, ice bath, hingga hiburan musik dari DJ Lissa Cahaya. Suasana pantai semakin meriah saat seluruh peserta menikmati sunset celebration di tepi pantai Sanur. Atlet Rip Curl Indonesia, Taina Izquierdo, mengaku bangga melihat perkembangan Girls Go Surfing Day yang kini semakin diminati banyak perempuan. Ia mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya mengajarkan teknik surfing, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan solidaritas antarperempuan. “Menyaksikan lebih dari 150 perempuan saling mendukung di dalam dan luar air terasa sangat spesial. Energi dan semangat komunitasnya luar biasa,” ujar Taina.

Tidak hanya berfokus pada olahraga, kegiatan ini juga mengangkat kepedulian terhadap lingkungan laut melalui aktivitas coral gardening atau penanaman media transplantasi karang di area laut depan Rip Curl School of Surf Sanur. Melihat tingginya antusiasme peserta tahun ini, Gaby berharap Girls Go Surfing Day dapat terus digelar setiap tahun dengan jumlah peserta yang semakin bertambah. Ia juga mengajak lebih banyak perempuan Indonesia untuk tidak takut mencoba surfing. “Semua belajar dari awal. Yang penting have fun, belajar bersama teman, dan jangan pernah surfing sendiri,” tutupnya.

 

Radha-MB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here