Operasi Gabungan, Petugas Temukan Izin Trayek Sampai Banyuwangi Bablas Tujuan Denpasar
Balinetizen.com, JembranaÂ
Semua kendaraan angkutan mulai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam provinsi (AKDP), travel dan angkutan pariwisata serta angkutan lokal diperiksa tim gabungan, Selasa (24/12).
Pemeriksaan dari unsur Sat Lantas Polres Jembrana, Sat Narkoba Polres Jembrana, Kementrian Perhubungan, Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Pemkab Jembrana, Kesehatan Polda Bali dan Pemkab Jembrana dilaksanakan di Jembatan Timbang, Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.
Menghindari akal-akalan sopir, semua kendaraan, baik lokal maupun antar pulau diarahkan masuk ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik untuk diperiksa.
Selain memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan seperti SIM, STNK, KIR, izin angkutan dan trayek, petugas gabungan juga memeriksa kondisi kendaraan seperti kondisi rem, lampu hingga klakson (bel) kendaraan.
Dari pemeriksaan itu, berbagai pelanggaran ditemukan. Terbanyak terkait pelanggaran trayek. Bahkan ada angkutan AKAP yang terayeknya dari Jakarta sampai Banyuwangi, namun mengangkut penumpang dengan tujuan Denpasar.
Tidak hanya itu, petugas juga menemukan KIR mati, AKAP yang tidak membawa izin trayek dan izin trayek yang peruntukanya pariwisata, namun mengangkut penumpang umum. Mendapati hal tersebut semua kendaraan yang melanggar ditindak langsung (Tilang).
Petugas gabungan juga memeriksa kesehatan para sopir mulai dari tensi, denyut jantung, tes narkoba sampai tes alkohol. Sempat ada seorang sopir bus AKAP dicurigai mengkonsumsi Narkoba. Namun setelah dikonfirmasi ternyata sopir tersebut habis mengkonsumsi obat karena sakit.
Hingga pemeriksaan selesai, ada 8 kendaraan angkutan yang ditilang. Sedangkan sopir semuanya dalam kondisi sehat.
Kanit Patroli Satlantas Polres Jembrana Iptu Nyoman Yasa seizin Kasat Lantas Polres Jembrana seusai kegiatan mengatakan pemeriksaan bersama instansi terkait lainnya untuk mengecek kondisi kendaraan angkutan penumpang selama Nataru dan kelengkapan surat-surat kendaraan lainnya, juga kesehatan sopir saat mengemudikan kendaraan.
“Semua kita periksa. Ini demi keselamatan penumpang” ujar Yasa didampingi kepala UPPKB Cekik, I Ketut Iriana Waskita, Selasa (24/12).
Selanjutnya pihaknya berharap agar para pengusaha angkutan selalu mengecek kondisi kendaraan yang dioperasikan dan kondisi sopir. Begitupula sopir yang kondisinya kurang sehat dihimbau untuk tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan serta tertib dijalan raya dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. (Komang Tole)

