Pariwisata & Konstruksi Merekah, Optimisme Bisnis Bali Tembus Rekor Tertinggi

0
38

Balinetizen.com, Denpasar

Kinerja dunia usaha di Provinsi Bali pada Triwulan II 2026 mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Berdasarkan laporan terbaru Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, optimisme pelaku usaha di Bali melonjak tajam.

Hal ini tercermin dari Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang melesat hingga 49,32%, meningkat pesat dari posisi 16,05% pada Triwulan I 2026. Peningkatan optimisme ini merupakan rekor tertinggi dalam beberapa triwulan terakhir, didorong oleh menguatnya sektor pariwisata, maraknya pembangunan akomodasi wisata, serta tingginya aktivitas sektor jasa.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani menjelaskan bahwa peningkatan kegiatan dunia usaha Bali secara rinci ditopang oleh pemulihan pesat pada sektor-sektor kunci:

LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin): Melesat tinggi dari –8,32% pada Triwulan I 2026 menjadi 14,62% pada Triwulan II 2026. Menguatnya sektor ini sejalan dengan masa high season liburan sekolah yang menggenjot kunjungan wisatawan. Data BPS mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 18,41% (qtq), naik dari 1,46 juta menjadi 1,73 juta orang.

LU Konstruksi: Berbalik arah dari zona negatif -2,22% menjadi positif 6,66% pada Triwulan II 2026. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya proyek properti komersial yang berkaitan erat dengan pariwisata, seperti pembangunan hotel, vila, dan fasilitas wisata baru.

LU Jasa dan Kegiatan Lainnya: Mencatatkan kenaikan SBT sebesar 2,98% (qtq), bergerak dari -1,98% pada Triwulan I 2026 menjadi 0,99% pada Triwulan II 2026.

Ia menambahkan, Sektor Jasa Keuangan juga turut memberikan kontribusi positif terhadap optimisme bisnis. Menguatnya aktivitas ekonomi selama Triwulan II 2026 dipengaruhi oleh:

Meningkatnya penyaluran kredit usaha dan konsumsi.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Pimpin Tirta Yatra Lansia dan Posyandu Kecamatan Denut

Kuatnya kinerja serta likuiditas perbankan di Bali.

Peningkatan transaksi keuangan digital di masyarakat dan pelaku usaha.

Tingginya kebutuhan layanan keuangan untuk mendukung mobilitas ekonomi daerah.

Para pelaku usaha memprakirakan kegiatan bisnis di Bali pada Triwulan III 2026 akan semakin meningkat dengan perkiraan SBT mencapai 60,57%.

Pendorong utama optimisme pada triwulan mendatang meliputi:

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: Didorong oleh peningkatan volume panen komoditas unggulan seperti padi, daging & telur ayam, serta kelapa, yang juga diimbangi oleh kenaikan harga komoditas.

Jasa Pendidikan dan Informasi & Komunikasi: Didorong oleh mulainya tahun ajaran baru sekolah dan perguruan tinggi pada Juli 2026.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: Melanjutkan tren positif sektor pariwisata.

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk memberikan gambaran kondisi keuangan dunia usaha, arah perkembangan ekonomi, serta ekspektasi inflasi.

Di Provinsi Bali, SKDU dilakukan terhadap 130 pelaku usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan mewakili 17 kategori lapangan usaha. Metode perhitungan menggunakan Saldo Bersih Tertimbang (SBT), yaitu menghitung selisih persentase responden yang menjawab meningkat dan menurun, dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha.(RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here