Pastikan Listrik Andal bagi Warga Nusa Penida, PLN UP2D Bali Siapkan Sistem Proteksi Genset Tambahan 2.000 kVA

0
149

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra (kedua dari kanan), memimpin koordinasi dan supervisi uji proteksi di PLTD Nusa Penida, 25 Oktober 2026, untuk memastikan kesiapan operasi genset sementara demi keandalan listrik pelanggan.

 

Balinetizen.com, Klungkung

PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali terus memperkuat kesiapan sistem kelistrikan di Nusa Penida guna mendukung kebutuhan listrik masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengujian dan pengaturan sistem proteksi kelistrikan dalam rangka persiapan pengoperasian dua unit generator set (genset) sementara berkapasitas masing-masing 1.000 kilovolt-ampere (kVA) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan kesiapan teknis genset tambahan sebelum diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang telah beroperasi. Melalui pengujian dan pengaturan relai proteksi, PLN UP2D Bali memastikan perangkat pengaman mampu mendeteksi kondisi gangguan dan memberikan respons sesuai pengaturan yang ditetapkan, sehingga proses pengoperasian genset dapat berlangsung secara aman dan terkendali.

Dalam pelaksanaannya, PLN UP2D Bali berkolaborasi dengan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali serta mitra kerja. Sebanyak tujuh personel terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas empat personel UP2D Bali, satu personel UID Bali, dan dua personel mitra kerja.

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menyampaikan bahwa kesiapan sistem proteksi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya pada sistem kelistrikan kepulauan seperti Nusa Penida.

“Bagi masyarakat Nusa Penida, listrik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, usaha, dan pariwisata. Karena itu, setiap penambahan unit pembangkit harus dipersiapkan secara cermat, termasuk memastikan sistem proteksinya bekerja dengan baik. Melalui pengujian dan pengaturan relai ini, kami berupaya mendukung pengoperasian genset tambahan yang aman, terkoordinasi, dan andal demi memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” ujar Petrus.

Baca Juga :  Ibu Putri Koster Dukung Wakil dari Bali di Ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia

Pengujian sistem proteksi dilakukan untuk memastikan kesesuaian pengaturan perangkat pengaman dengan karakteristik sistem kelistrikan dan rencana pengoperasian genset. Pengaturan yang tepat diperlukan agar peralatan proteksi dapat bekerja secara selektif ketika terjadi gangguan, sehingga risiko kerusakan peralatan maupun meluasnya dampak gangguan dapat diminimalkan.

Menariknya, relai proteksi memiliki fungsi yang dapat diibaratkan sebagai sistem pengaman otomatis pada jaringan listrik. Perangkat ini dirancang untuk mengenali kondisi kelistrikan yang tidak normal dan memerintahkan pemutus tenaga bekerja apabila diperlukan. Dengan demikian, relai proteksi berperan penting dalam melindungi peralatan serta mendukung kesinambungan pelayanan listrik kepada pelanggan.

Setelah tahapan pengujian dan pengaturan sistem proteksi diselesaikan dengan hasil baik, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tegangan awal atau backfeeding pada transformator yang berhasil dilaksanakan pukul 14.45 WITA. Tahapan berikutnya berupa pemanasan awal transformator dan mesin selama sekitar 30 menit sebelum proses sinkronisasi genset dengan sistem kelistrikan.

Proses sinkronisasi merupakan tahapan penting untuk memastikan parameter kelistrikan genset, seperti tegangan, frekuensi, dan sudut fase, sesuai dengan persyaratan sebelum unit dihubungkan ke sistem. Tahapan ini diperlukan untuk mencegah gangguan akibat ketidaksesuaian parameter saat genset mulai dioperasikan secara paralel.

Petrus menambahkan bahwa penguatan kesiapan pembangkit tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kapasitas, tetapi juga memastikan seluruh peralatan pendukung dan sistem pengaman dapat bekerja secara terpadu.

“Penambahan genset perlu didukung kesiapan sistem secara menyeluruh. Sistem proteksi yang tepat akan membantu mengamankan peralatan ketika terjadi kondisi tidak normal dan mendukung kestabilan operasi. Harapannya, kesiapan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui pasokan listrik yang semakin andal untuk mendukung kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Nusa Penida,” tambah Petrus.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng dan Pemkab Badung Bersinergi Dalam Pembangunan

Sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan Bali, Nusa Penida membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang siap mengikuti perkembangan aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Kesiapan pengoperasian genset tambahan diharapkan dapat mendukung fleksibilitas pengelolaan pasokan listrik sekaligus memperkuat kemampuan sistem dalam melayani kebutuhan pelanggan.

Melalui kolaborasi antara PLN UP2D Bali, PLN UID Bali, dan mitra kerja, PLN terus berupaya memastikan setiap tahapan persiapan pengoperasian pembangkit dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan teknis, dan keandalan sistem. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan energi listrik yang aman dan berkelanjutan untuk mendukung kehidupan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Penida. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here