Pastikan Standar Pelayanan Prima, DPRD Badung Minta Pustu Pecatu Dilengkapi Fasilitas Lab dan Dokter Spesialis

0
264

 

 

 

Balinetizen.com, Badung

Guna memantau langsung implementasi program kesehatan Pemerintah Kabupaten Badung, Komisi IV DPRD Kabupaten Badung melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Pecatu, Kuta Selatan II pada Selasa (23/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan fasilitas kesehatan mampu menjangkau seluruh komponen masyarakat sesuai visi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dalam mengedepankan pelayanan publik yang prima.

Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, memberikan apresiasi atas kondisi fisik bangunan Pustu Pecatu yang dinilai sangat representatif. Namun, ia mengingatkan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Badung tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi juga memprioritaskan pemutakhiran fasilitas medis di dalamnya.

“Kami melihat dari depan Puskesmas Pembantu ini sangat representatif. Tapi kami mengingatkan Dinas Kesehatan agar tidak memprioritaskan penampilan saja, melainkan fasilitas kesehatannya harus di-update lagi atau dilengkapi dengan fasilitas yang memadai,” ujar Graha Wicaksana di sela-sela peninjauan.

Ia merinci bahwa ruang laboratorium, layanan Posyandu, dan sarana penunjang lainnya harus dilengkapi agar pelayanan dasar semakin optimal. Selain infrastruktur, Graha Wicaksana juga menyoroti pentingnya penambahan tenaga medis dan kolaborasi strategis untuk mendekatkan pelayanan spesialis kepada warga.

“Kami mengharapkan tenaga kesehatannya juga diperhatikan, agar para dokter ditambah. Jika memungkinkan, bisa diadakan perjanjian kerja sama dengan dokter spesialis, sehingga masyarakat di daerah Pecatu tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berobat,” imbuhnya.

Graha juga mejelaskan Kecamatan Kuta Selatan saat ini menjadi wilayah dengan kompleksitas tinggi. Berdasarkan data, jumlah penduduk yang tercatat mencapai sekitar 130.000 jiwa. Angka ini belum termasuk penduduk non-permanen serta wisatawan yang menginap di kawasan tersebut.
Graha Wicaksana menjelaskan bahwa secara aturan, satu Puskesmas idealnya melayani sekitar 30.000 penduduk. Dengan populasi Kuta Selatan saat ini, setidaknya dibutuhkan empat Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

Baca Juga :  Ny. Selly Mantra Berikan Dukungan  Nyoman Darmini Saat Visitasi Tim Provinsi Bali

“Saat ini baru ada dua Puskesmas induk di Benoa ditambah Puskesmas Pembantu di Pecatu. Seharusnya bisa ditambah dua lagi agar pelayanan kesehatan untuk masyarakat bisa terlayani dengan fasilitas yang baik dan memadai,” tegasnya.

Mengingat Kuta Selatan merupakan salah satu daerah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Kabupaten Badung, Komisi IV menilai sudah sepatutnya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mendapatkan perhatian khusus.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.

Langkah penguatan fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan masyarakat Badung yang lebih sehat dan produktif. Dengan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif, pemberdayaan Puskesmas tidak hanya sekadar menyediakan gedung, tetapi menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi setiap warga. Transformasi layanan kesehatan yang menyeluruh ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi di Badung selaras dengan kesejahteraan serta kualitas hidup seluruh lapisan masyarakatnya.(RED -BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here