Pemkab Jembrana Usulkan Jaje Bendu, Bumbung Gebyok, dan Male Jadi WBTB

0
330

Ket Foto :  Kadis Parbud Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara

Balinetizen.com, Jembrana

Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) mengusulkan jaje bendu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Selain jajanan khas Jembrana, tahun 2024 ini juga diusulkan Bumbung Gebyok dan Male.

Sebelumnya, sejumlah kesenian dan budaya di Kabupaten Jembrana telah ditetapkan sebagai WBTB seperti Makepung, Jegog dan Tenun Cag-cag.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara, Kamis (21/3/2024) mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan pengumpulan informasi terkait kesenian dan makanan khas dan kearifan lokal Jembrana.

“Jaje Bendu, Bumbung Gebyok dan Male masih berproses. Proses ini membutuhkan waktu yang panjang. Selain dari internal juga akan melengkapi studi secara akademisi,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan kajian mendalam terkait narasi karena narasi juga penting sebelum diajukan. “Tahun ini kita mengusulkan 3 untuk ditetapkan WBTB Indonesia. Sejak tahun 2013 sampai sekarang sudah ada enam yang ditetapkan sebagai WBTB (Warisan Budaya Tak Benda),” ungkapnya.

Pengusulan Jaje Bendu, Bumbung Gebyok, dan Male sebagai WBTB merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal. Dengan harapan agar tidak diklaim daerah lain atau orang lain. Selain itu dengan diusulkannya Jaje Bendu, Bumbung Gebyok, dan Male sebagai WBTB diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jembrana untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi lokalnya.

Jaje Bendu merupakan kue yang terbuat dari bahan kelapa dan gula merah. Kue ini kerap dijadikan hidangan di setiap kegiatan upacara keagamaan, bahkan oleh-oleh.

Sedangkan kesenian Bumbung Gebyok sering ditampilkan di setiap event kebudayaan Kabupaten dan Provinsi Bali seperti HUT Kota Negara serta Pesta Kesenian Bali. Sementara Male merupakan tradisi masyarakat Loloan yang hingga kini tetap dilestarikan. Male adalah hiasan dari telur yang diarak untuk menyambut maulid Nabi Muhammad. (Komang Tole)

Baca Juga :  Resmikan Pembukaan Pameran Foto, Kasetpres Apresiasi Hasil Karya Foto Jurnalistik Pewarta Foto Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here