Pemprov Bali Mengakui Penutupan TPA Suwung Mangkrak dan Progresnya Tidak Sesuai Harapan

0
204

 
Balinetizen.com, Denpasar

Wacana menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pernah dilontarkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Wayan Koster.

Keinginan itu sudah dihembuskan jauh sebelum perhelatan Presidensi G20 di Bali pada Desember 2022 lalu.

Meski demikian, satu tahun sejak rencana itu digagas, TPA Suwung terbukti masih beroperasi hingga kini. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengakui bahwa rencana penutupan TPA Suwung molor dari target.

Hal itu disebabkan masih belum mencukupinya tempat penampungan sampah baru yang direncanakan untuk menggantikan peran TPA Suwung.

“Kalau target (TPA Suwung) ditutup kan sudah diulur-ulur terus. Kenapa diulur terus, karena ini progresnya tidak secepat yang kita harapkan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Selasa, 8 Agustus 2023.

Sebelumnya memang peran TPA Suwung akan digantikan oleh tiga TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang tersebar di tiga titik di Denpasar. Namun, menurutnya meski tiga TPST sudah dibangun ternyata belum mencukupi untuk menanggung beban TPA Suwung.

Terlebih, Indra menyebut TPST yang sudah ada di Kesiman Kertalangu, Padangsambian, dan Tahura Ngurah Rai itu masih ada yang belum mampu memenuhi target kapasitas yang diinginkan.

“Jadi sebelum TPA Suwung ditutup maka TPST-nya harus siap mengambil alih. Sekarang ini pembangunan TPST ini sedang dibangun dan sedang diperbanyak. Kan tidak bisa semata-mata ditutup, lalu sampah dibawa ke mana?,” terangnya.

Menurut Dewa Made Indra, masing-masing TPST dibangun ada kapasitasnya.

“Itu yang diupayakan kan ada yang belum 100 persen,” imbuh Indra.

Karenanya, pihaknya berencana masih akan menambah jumlah TPST dari yang ada sekarang. Meski demikian, ia enggan menyebutkan lokasi spesifik tempat TPST yang baru akan dibangun.

Baca Juga :  Rusia: Tahap pertama operasi militer di Ukraina selesai

Indra juga menjelaskan rencana akan dibangunnya TPS di tingkat desa yang akan mengurangi beban sampah yang dibawa ke TPST dan TPA.

Indra menyebut rencana penutupan TPA Suwung pasti akan berjalan namun harus mencari waktu yang tepat agar tidak membebani TPST yang sudah ada.

“Pada waktunya harus (ditutup). Tapi kan menutup itu tidak kita tetapkan “besok ditutup”. Tapi kalau tempat penampungan pengolahan lainnya belum siap,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar pendapatan dari pungutan retribusi terhadap wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali digunakan untuk pengelolaan sampah.

“Saya kira kalau itu (pungutan retribusi) bagus untuk Bali, kenapa tidak dipakai untuk memelihara sampahnya,” ungkapnya setelah menghadiri penandatanganan MoU program HEAL di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali, Denpasar, Selasa 25 Juli 2023 lalu.

Indra kembali mengatakan bahwa hal ini masih menjadi wacana dan semua keputusan ada ditangan gubernur Bali dan belum bisa dipastikan.

Pewarta : Tri Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here