Pengarahan Perdana Kajati Bali, Ada Peringatan Keras soal Disiplin dan Fokus Kembalikan Kerugian Negara

0
192

Balinetizen.com, Denpasar

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum., memberikan pengarahan perdana kepada seluruh jajaran Kejaksaan se-Bali sebagai langkah awal memperkuat kinerja institusi penegak hukum di Pulau Dewata.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Asisten, Koordinator, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Bali, pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah dan daerah, para Kepala Seksi (Kasi), serta seluruh pegawai Kejaksaan di wilayah Bali.

Dalam arahannya, Kajati Bali menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Ia mengingatkan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.

“Integritas adalah napas institusi. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Jika tidak bisa menjadi pegawai yang pintar, maka jadilah pegawai yang baik,” tegasnya, Senin (4/5).

Selain itu, Setiawan juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi era Revolusi Industri. Seluruh jajaran diminta untuk meninggalkan pola kerja konvensional dan mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi.

Salah satu yang menjadi fokus adalah penerapan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI) guna meningkatkan efisiensi dan transparansi penanganan perkara. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan narasi publik melalui penyajian konten positif yang berbasis fakta.

Di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kajati Bali memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Ia meminta jajaran untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pengembalian kerugian negara.

Selain itu, pemetaan potensi kerawanan korupsi pada proyek-proyek strategis yang menggunakan anggaran APBN maupun APBD di Bali menjadi prioritas utama.

Program Jaga Desa juga akan terus diperkuat sebagai bentuk pencegahan korupsi di tingkat desa. Program ini bertujuan memastikan pengelolaan dana desa berjalan tepat sasaran, memberikan pendampingan hukum kepada perangkat desa, serta mencegah praktik penyimpangan maupun pemerasan.

Baca Juga :  Walikota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pelepasan Siswa-Siswi SD Cipta Dharma

Menutup arahannya, Kajati Bali mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, solid, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.

“Kerjakanlah pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati besok,” pesannya.

Pengarahan perdana ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kejaksaan di Bali untuk semakin profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here