Penjarahan di Kantor Bulog Sibolga, Tinjauan Makro Ekonomi

0
250

 

Oleh : Jro Gde Sudibya

Penjarahan di kantor Bulog Sibolga Sumatra Utara pasca banjir bandang menerjang Aceh, Sumatera dan Sumbar, casus belli nya, faktor pemicunya, mungkin saja dalamnya kemiskinan di wilayah tsb.bertemu dengan kehilangan harapan akan masa depan pasca banjir bandang.

Penjarahan di kantor Bulog Sibolga, merupakan puncak gunung es dari luas dan dalamnya kemiskinan di negeri ini, dengan menyimak indikator ekonomi makro:
a.Berdasarkan data Bank Dunia (2024) 2 dari 3 orang Indonesia dalam kategori miskin, 68,3 persen dari 280 juta penduduk.
b.Berdasarkan data BPS, dalam lima tahun terakhir 2019-2024 jumlah penduduk kelas menengah turun sekitar 10 juta orang.
c.Angkatan kerja yang bekerja di sektor informal sekitar 59 persen, dengan indikator: produktivitas dan pendapatannya rendah, tanpa jaminan sosial dan ketidakjelasan masa depan usaha.

Terjadi deindustrialisasi di sektor industri manufaktur, terutama di industri tekstil yang berdampak PHK besar-besaran, yang menekan daya beli kelas menengah.

Kinerja kabinet dalam 1 tahun pemerintahan belum mampu memberikan harapan ke depan terhadap penciptaan kesempatan kerja secara massif, iklim investasi yang lebih menjanjikan dan lebih bergairah.

Terus mengalir modal keluar-capital out flow- dari investor asing selama satu tahun terakhir, menggambarkan turunnya kepercayaan investor global terhadap masa depan investasi di negeri ini, yang akan menekan investasi secara keseluruhan, dari dalam dan luar negeri. Besarnya dana kredit yang “stand by” dalam sistem perbankan Rp.2,340 T yang belum ditarik pencairannya, mengindikasikan investor dalam negeri tetap masih “wait and see” yang menekan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja.

Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.

Baca Juga :  Polisi Australia Akan Dakwa Wanita Pembakar Hotel Karantina COVID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here