Balinetizen.com, Denpasar
Peringatan HUT ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia sekaligus HUT ke-1 IWO Provinsi Bali mendapat dukungan dari sejumlah instansi, lembaga, dan mitra strategis di Bali.
Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian dari penguatan sinergitas antara insan pers, pemerintah, aparat penegak hukum, legislatif, serta lembaga pelayanan publik dalam membangun komunikasi dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Puncak peringatan HUT IWO ke-14 dan HUT IWO Bali ke-1 berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi di Bali.
Direktur Jamkrida Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardana, S.T., mengapresiasi perkembangan IWO di Bali. Ia berharap kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara Jamkrida Bali dan IWO Bali dapat memperkuat literasi serta edukasi masyarakat mengenai pembiayaan dan kredit Jamkrida.
“Di Bali itu tumbuh. Makanya tahun ini meningkat, meski diserbu banyak pinjaman-pinjaman online (pinjol) dari pusat, tetapi kepercayaan masyarakat Bali kepada Jamkrida tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, termasuk mengenai layanan pembiayaan yang diberikan Jamkrida Bali.
Ketua IWO Bali, Tri Widiyanti, mengatakan kerja sama dengan Jamkrida Bali diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas literasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Sinergi dengan Jamkrida ini penting agar kita bisa memberitakan soal sistem pinjaman di Jamkrida,” katanya.
IWO Bali Tetap Independen
Tri menegaskan, dukungan dari sejumlah lembaga terhadap pelaksanaan HUT IWO Bali menunjukkan adanya hubungan dan sinergitas positif antara organisasi pers dengan berbagai institusi.
Namun, dukungan dan kerja sama tersebut tidak mengubah posisi IWO Bali sebagai organisasi pers yang independen.
“IWO Bali tetap berdiri sebagai organisasi pers yang independen dan bukan bagian dari pemerintah,” tegasnya.
Menurut Tri, pers tidak hanya memiliki tugas untuk memberitakan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Pers juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pemberitaan yang konstruktif serta membangun optimisme dalam pembangunan dan dunia jurnalistik.
“Pers hadir bukan hanya memberitakan persoalan saat ini, melainkan harus konstruktif dan membangun optimisme terhadap dunia jurnalistik dan kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Meski membuka ruang kolaborasi, Tri menegaskan IWO Bali tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis.
“Yang baik kita beritakan, yang jelek kita kritisi,” tandasnya.
Dukungan terhadap HUT IWO juga datang dari Polda Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi perkembangan IWO Bali.
“Kita terus support. Semoga IWO makin terus maju dan berkarya bagi masyarakat dan pers khususnya,” ujarnya.
Selain Polda Bali, dukungan juga diberikan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai. Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kabid Tikkim) Ferry Tri Ardhiansyah bersama jajaran turut hadir dalam peringatan HUT IWO tersebut.
Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta, Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, Ketua Komisi I DPRD Bali Budi Utama, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Tuty Kusuma Wardhani.
Sejumlah mitra lainnya juga memberikan dukungan, di antaranya Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pemkab Jembrana, Jamkrida Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Atambua, BPN Bali, BPD Bali, Polres Badung, Polres Tabanan, Bali Netizen, Sekwan DPRD Bali, serta Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan IWO Bali memasuki tahun pertama sejak berdiri di Bali.
Bagi IWO Bali, sinergitas dengan pemerintah, aparat penegak hukum, legislatif, maupun lembaga lainnya merupakan ruang kolaborasi untuk memperkuat fungsi pers dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, IWO Bali menegaskan kolaborasi tersebut tetap berjalan dengan menjaga independensi pers.
“Media tetap memiliki fungsi kontrol sosial dan menjalankan kerja jurnalistik berdasarkan prinsip profesionalisme serta kepentingan publik,” tandas Tri Widiyanti.
Dengan memasuki usia satu tahun, IWO Bali berharap sinergitas yang telah terbangun dapat terus berkembang tanpa mengurangi fungsi kritis pers dalam mengawal pembangunan Bali.(IWO)

