Perintis Dewata TV Nyoman Artha Berpulang

0
1635

 

Kakak kami ini termasuk satu yang paling unik dari yang lain. Sebagai keluarga besar, anggota keluarga kami memang sangat berwarna. Dengan karakter yang juga sangat berwarna-warni bahkan bertolak belakang satu dengan yang lain.

Saya dan istri merasa sangat dekat dengan dia, walau kami bersua pun bisa dihitung dengan jari. Mungkin hampir 10 tahunan lebih dia tidak lewat di Jogja tempat kami berteduh. Di tengah kesibukan aktivitas, bertemu dengan nya biasanya disaat ada kegiatan adat seperti pernikahan atau kedukaan seperti yang sekarang dia yang mendahului kami.

Karakternya yang periang dan suka bercanda membuat kami yang umurnya berjauhan, hingga ke keponakan dan cucu masih kecil bisa menjadi akrab. Karakter yang juga saya senangi.
Kemiripan lain adalah hobinya yg main agak jauh. Dia berkuliah jauh dari tanah kelahiran yaitu Jakarta dengan kakaknya yang pertama, jalan yang kemudian saya ikuti.

Pergaulannya pun merentang luas dengan aneka warna pertemanan. Dan lagi-lagi saya belajar juga darinya soal ini.

Saya masih ingat waktu kecil, dia lah salah satu kakak kami yang suka mengajak kami ke Denpasar dari kampung kami di Tampaksiring. Dia juga satu diantara kakak-kakak kami yang ringan tangan mensupport keluarga kami.

Jalan usaha (bisnis) seperti yg diwarisi dari orang tua dan kakek nenek kami dipilihnya setelah menamatkan kuliah. Untuk pilihan hidup ini saya bersilang jalan dengannya.

Bila kami dihidupi oleh orang tua dan leluhur kami dari berjualan nasi babi, dan kakak yg lain berusaha di sektor kerajinan kayu yang menjadi ikon Tampaksiring di tahun 80-90 an. Dia termasuk melangkah maju sesuai jamannya dan pendidikannya yaitu memilih jalan dunia komputer. Bisa dibilang dia termasuk salah satu perintis kursus komputer di Bali sekira tarikh akhir 80 an. Dengan nama Alpha Komputer menempati ruko di Jalan Patimura Denpasar.

Baca Juga :  Diduga Ngantuk, Truk Muat Barang Pindahan Rumah Tangga Tabrak Pohon Perindang Jalan

Dengan dukungan keluarga kecilnya, usahanya terus berkembang ke sektor lain yaitu foto studio, cuci dan cetak foto. Hingga kemudian pertaruhan besarnya dengan membuat TV lokal bernama Dewata TV yang secara resmi mengudara di tahun 25 November 2007.

Sebagai adiknya yang belajar soal jurnalisme, saya terkejut saat dia membuat stasiun TV lokal, sesuatu yg jauh dari bidangnya. Tapi saya tau dia adalah orang yang suka tantangan dan mencoba sesuatu yang baru walau jauh dari bidangnya dia. “Kalo soal jatuh bangun bisnis kan biasa, kita jalan aja bisa jatuh bangun..Kuncinya bagaimana kita belajar bangkit saat jatuh”, kata dia suatu ketika.

Dinamika dunia bisnis televisi lokal khususnya berlangsung sangat kompetitif medio 2007-2011. Setelah hampir selama 4 tahun ikut memberikan suguhan edukasi dan informasi kepada pemirsa di Bali. Akhirnya di tahun 9 September 2011, Dewata TV beralih menjadi Kompas Dewata TV.

Walo tidak di bisnis televisi lagi, kami catat dan ingat dalam sejarah keluarga kami bahwa anak dari seorang pedagang nasi babi di tajen dan di pasar, bisa membuat stasiun televisi lokal.

Namun kami sadari, dalam setiap perjalanan, perjumpaan, kolaborasi, join bisnis dll tentu ada khilaf dan salah yg dia perbuat. Bersama ini kepada nyama, sameton, handai taulan saya sebagai adik mohon untuk dimaafkan.

Dan kini perjalanan dia terhenti di hari Senin 27 Oktober 2025 – Amor Ing Acintya. Tapi saya tau badan kasar dia memang sirna tapi keinginan dan semangat dia untuk selalu “jalan”, mencoba sesuatu yang baru akan terus ada. Selamat jalan Bli (kakakku), salam kepada Meman, Iwa dan semua leluhur kita. Dan tetaplah “berjalan”, mencoba sesuatu yg baru dan bercanda dalam riang.

Baca Juga :  Diperpa Badung Gelar Bimtek Ketahanan Pangan Untuk TP.PKK Kabupaten Badung

Tulisan : Bodrex Arsana, 27 Oktober 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here