Fenomena Influencer Muda Gabung Demokrat, Ini Kata Pendiri

0
147

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat dirayakan secara sederhana oleh kader dan jajaran pengurus Partai Demokrat Bali di Kantor DPD Partai Demokrat Bali.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan partai serta melihat arah Partai Demokrat ke depan, khususnya dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Tokoh sekaligus salah satu pendiri Partai Demokrat Bali, Ida Bagus Badra, mengatakan pengalaman perjalanan partai selama ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah dan kebijakan pembangunan partai ke depan.

“Pengalaman ini akan memberikan satu refleksi bagi Partai Demokrat untuk menentukan arah dan kebijakan partai untuk pembangunan partai ke depan,” ujar Ida Bagus Badra saat ditemui di sela-sela perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPD Demokrat Bali, Renon, Denpasar, Rabu (9/9).

Menurutnya, Partai Demokrat harus terus meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun khususnya di Provinsi Bali.

Ia menegaskan, ukuran kebesaran sebuah partai politik tidak hanya dilihat dari struktur internal, tetapi juga dari seberapa besar dukungan masyarakat yang diperoleh, baik melalui kursi legislatif maupun posisi eksekutif.

“Untuk mencapai kebesaran Partai Demokrat, kebesaran itu diukur dari seberapa jauh partai mendapatkan dukungan, baik dukungan di legislatif maupun dukungan di eksekutif,” katanya.

Badra juga menekankan pentingnya menjaga karakter Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka. Menurutnya, siapa pun yang ingin bergabung harus diberikan ruang, namun tetap menghormati kader yang telah lebih dahulu berjuang membangun partai.

“Partai kita partai terbuka. Kita menghormati setiap orang yang mau datang ke partai ini untuk bergabung. Dan bagaimana orang yang bergabung di sini bisa saling menghormati dengan teman-teman yang sudah mendahului berjuang di Partai Demokrat,” ujarnya.

Baca Juga :  PPS diminta Jaga Netralitas

Ia meyakini jika prinsip keterbukaan dan saling menghormati tersebut dapat dijalankan dengan baik, Partai Demokrat akan semakin besar dan mampu memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat.

Menyinggung kesiapan Partai Demokrat Bali menghadapi Pemilu 2029, Badra mengatakan partai harus memahami perubahan karakter pemilih.
Menurutnya, pemilih lama akan berganti dengan generasi pemilih baru. Karena itu, Partai Demokrat perlu menyasar kelompok pemilih muda yang dinilai memiliki karakter dan cara pandang berbeda.

“Pemilih ini kan silih berganti. Yang lama barangkali sudah mendahului, dan ini ada pemilih-pemilih baru,” katanya.

Badra berharap pemilih pada masa mendatang semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Pengalaman perjalanan sistem politik di Indonesia, menurutnya, dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda dalam menentukan pilihan.

“Kita memakai pengalaman. Pengalaman kita di republik ini merubah satu sistem, dari pemilihan perwakilan menjadi pemilih langsung. Bagaimana hasilnya tentu dirasakan oleh para generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menentukan partai politik yang dipercaya untuk menyalurkan aspirasi mereka.

Terkait fenomena sejumlah influencer yang bergabung dengan Partai Demokrat di tingkat nasional, Badra mengatakan Demokrat Bali masih akan melihat perkembangan internal partai setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).

Menurutnya, Musda nantinya akan diikuti dengan proses rekrutmen kepengurusan. Dari proses tersebut, partai dapat melihat potensi dan kekuatan politik dari para kader yang bergabung.
“Setelah musyawarah daerah tentu ada recruitment kepengurusan. Dari recruitment itu tentu kita bisa melihat, yang bergabung ini ada elector-nya nggak?” ujarnya.

Ia menilai kehadiran figur baru akan memberikan dampak positif bagi partai apabila memiliki basis pemilih atau kekuatan elektoral yang nyata.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Buleleng Targetkan Peningkatan Prestasi Pada Porsenijar Bali 2023

“Kalau ternyata ada elector-nya, pasti partai ini lebih besar,” katanya.

Badra juga optimistis pemilih ke depan akan semakin kritis dan cerdas dalam menentukan pilihan politik. Sebab, aspirasi masyarakat dalam sistem politik Indonesia salah satunya disalurkan melalui partai politik.

Lebih lanjut, Badra memperkirakan kelompok pemilih muda dan berpendidikan memiliki porsi lebih dari 40 persen dari populasi pemilih.
“Kalau dilihat dari segi populasi, lebih dari 40 persen,” ungkapnya.

Menurut Badra, kelompok masyarakat berpendidikan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam lingkungan keluarga. Mereka juga dinilai lebih memperhatikan berbagai persoalan yang akan menentukan masa depan.

Mulai dari pemerataan pendidikan, peluang kerja hingga tingkat kesejahteraan menjadi sejumlah isu yang menjadi perhatian generasi muda.

“Generasi yang berpendidikan pasti memiliki tingkat keterpengaruhan di keluarganya lebih tinggi daripada pemilih yang sifatnya konvensional,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda cenderung menginginkan perubahan dan sesuatu yang baru. Karena itu, Partai Demokrat diharapkan mampu menghadirkan alternatif pilihan politik bagi kelompok tersebut.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Partai Demokrat ini bisa memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat untuk menitipkan aspirasinya ke Partai Demokrat,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here