Persembahyangan Gubernur Koster di Pura Penataran Agung Besakih, Menyongsong Dimulainya Visi 100 tahun Bali, di Tengah Bali Diterpa Multi Krisis

0
329

 

Balinetizen.com, Denpasar

Persembahyangan Gubernur Koster di Pura Penataran Agung Besakih, Menyongsong Dimulainya Visi 100 tahun Bali, di Tengah Bali Diterpa Multi Krisis

Ada-ada saja Gubernur Koster “mebhakti” untuk program 100 tahun ke depan, tetapi faktanya di hari-hari ini terjadi krisis sampah yang bisa “meledak” dalam skala besar.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi, lingkungan dan kecenderungan masa depan, Senin 22 Desember 2025.

Menurut Jro Gde Sudibya, saat ini Bali mengalami darurat dan krisis lingkungan dengan kerusakan parah yang nyaris tak terpulihkan. Belum lagi bayang-bayang risiko tinggi bencana hidrometrologi tahun 2026, banjir bandang, rob dan risiko kebakaran hutan.

“Brand Bali sebagai DTW dunia terus tergerus akibat multi krisis: sampah, kemacetan, kriminalitas, ketidak-pastian usaha dan kepemimpinan nyaris auto pilot di industri pariwisata,” katanya.

Menurut Jro Gde Sudibya, barangkali menarik disimak pendapat ekonom ternama Inggris John M.Keynes, penyelamat ekonomi dunia yang nyaris bangkrut akibat depresi ekonomi besar tahun 1930’an dalam bukunya yang melegenda “The General Theory of Employment, Interest and Money, ” In the long run we are all be died”, dalam jangka panjang semua kita akan mati.

“Pesan moralnya, kebijakan jangka panjang harus dirasakan manfaatnya dalam waktu segera, di hari-hari ini.
Jangan sampai mimpi dan bahkan ilusi jangka panjang sekadar lari dari realitas kekinian, karena ketidakmampuan mengelola krisis di hari-hari ini,” katanya.

Dikatakan, sikap dan karakter kepemimpinan yang lemah yang ujung-ujungnya adalah kegagalan. Sistem dan lingkungan mesti mengingatkan, jangan membiarkan jatuh terperosok karena biaya sumber daya dan sosial kultural nya yang sangat mahal.

Sejarahwan ternama dunia Yuval Noah Harari yang melakukan penelitian sejarah manusia sejak 7 juta tahun lalu dari Afrika Timur dalam bukunya SAPIENS, menulis dalam bukunya yang lain HOMO DEUS, menyatakan sangat sulit memprediksikan kondisi masyarakat jangankan 10 tahun ke depan, 5 tahun ke depan sangat sulit dengan risiko prediksi yang keliru.

Baca Juga :  Pastikan Pelaksanaan Isolasi Apung di Makassar Berjalan Lancar, Dirjen Hubla Kunjungi Kapal KM. Umsini

Dikatakan,berangkat dari tesis sejarahwan ini, memprediksi, membuat rekayasa kebijakan dengan tujuan akhir kondisi 100 tahun yang akan datang nyaris mustahil, fatamorgana dan kemudian menjadi ilusi.

“Sebaiknya Gubernur Koster dan jajarannya fokus kepada mengelola krisis dan potensi krisis dewasa ini, yang ada di depan mata menyiapkan mitigasi bencana tahun 2026 yang diperkirakan berskala besar, banjir bandang, rob, kebakaran hutan, mengelola ekonomi dengan memasukkan variabel bencana alam yang tidak pernah dialami sebelumnya,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi, lingkungan dan kecenderungan masa depan.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here