Pertamina Patra Niaga Akui Stok Pertamax Kritis Akibat Cuaca Buruk, Minta Dukungan Penambahan Armada

0
283

Balinetizen.com, Denpasar-

Pertamina Patra Niaga menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (Alit Kelakan), pada Jumat (21/11/2025). Pertemuan ini membahas antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang melanda sejumlah SPBU di wilayah Bali Selatan khususnya Badung dan Denpasar, sejak 15-16 November 2025.

Antrean yang terjadi di kawasan Bali Selatan, merupakan area dengan permintaan tinggi dan berdekatan dengan hari raya keagamaan Hindu, dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat.

FTM Sanggaran, Muhammad Riduansyah dalam rakor tersebut membenarkan adanya keterlambatan penyaluran Pertamax. Krisis stok terjadi di Terminal BBM (TBBM) Pesanggaran karena faktor cuaca buruk yang menghambat kedatangan kapal pengangkut logistik, yakni Antasena (3.000 KL) dan Sukses Global (500 KL), yang seharusnya tiba pada 19-20 November 2025.

Selain kendala cuaca, Pertamina menyebutkan bahwa pengalihan pasokan dari Integrated Terminal (IT) Manggis juga tidak optimal akibat jarak tempuh yang jauh dan keterbatasan armada mobil tangki yang tersedia.

“Memang telah terjadi keterlambatan [pengiriman menggunakan kapal] dan itu kami sangat mengupayakan agar suplai ini terdistribusi secara merata,” jelas Muhammad Riduansyah . Pihaknya menambahkan bahwa permintaan BBM di Badung dan Denpasar sangat tinggi, dan peningkatan suplai darurat telah dilakukan.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan, menegaskan bahwa dirinya bersama Pertamina telah melakukan pemantauan sejak satu minggu sebelumnya untuk memastikan penyebab utama keterlambatan distribusi.

Menurut Alit Kelakan, distribusi harian yang seharusnya mencapai 1.024 KL hanya terealisasi sekitar 980 KL. Hal inilah yang membuat sejumlah wilayah seperti Jimbaran hingga Denpasar mengalami kelangkaan Pertamax. “Setelah dicek semuanya bersama Pertamina, termasuk pak Haji dengan Dirut Pertamina yang ada di Bali akhirnya ketemu akar permasalahannya,” kata Alit Kelakan.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Badung Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp 3,7 Miliar

Stok Pertamax di Terminal Fuel Sanggaran sempat berada pada kondisi kritis sehingga dilakukan alih suplai dari IT Manggis. Namun proses alih suplai tidak berjalan optimal karena jarak yang cukup jauh dan keterbatasan armada. “IT alih supply di IT Manggis tidak berjalan optimal dikarenakan jarak Manggis yang cukup jauh, 46,3 km dan ketersediaan armada mobil tangki yang terbatas,” terangnya.

Alit Kelakan menjelaskan selain itu  cuaca buruk yang membuat kapal pengangkut BBM terlambat tiba dari Surabaya, idealnya  stok di FT Sanggaran seharusnya minimal dua tangki penuh atau sekitar 6.000 KL. “Itu cuma terlambat 1-2 hari sebenarnya cukup terpenuhi. Itu kita cek nanti apa penyebabnya,” ujarnya.

Sementara itu, SAM Bali, Endo Eko Satriyo memastikan bahwa kuota Pertamax tidak diatur oleh pemerintah, namun stok BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite aman hingga akhir 2025, bahkan akan ada penambahan pada 2026. “Itu tidak ada masalah, masih ada kuotanya dan tahun 2025 cukup terpenuhi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pertamina meningkatkan suplai harian Pertamax dari 1.024 KL menjadi 1.561 KL atau naik 52 persen. “Hari Rabu kemarin sudah normal dengan adanya penambahan pengiriman BBM seperti itu,” tambahnya.

Untuk mengatasi krisis, Pertamina melaporkan telah meningkatkan pengiriman. Pada 18 November 2025, pengiriman ditingkatkan dari rata-rata harian normal 1.024 KL menjadi 1.561 KL. Berdasarkan laporan per tanggal rakor, stok Pertamax di FT Sanggaran dinyatakan sudah aman.

Dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang, terutama menjelang periode puncak konsumsi, Pertamina mengajukan beberapa permintaan dukungan, yaitu:

Percepatan penyelesaian pemindahan Jetty (dermaga) di Dermaga baru Pelabuhan Benoa.

Penambahan Mobil Tangki baru sebanyak 17 unit untuk SPBU penyaluran.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Minggu waspadai hujan disertai petir

Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya evaluasi rantai pasok Pertamina Patra Niaga agar ketersediaan BBM dapat terjamin di wilayah Bali.

 

Radha/MB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here