Balinetizen.com, Denpasar
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai satu-satunya Majelis Umat Hindu di Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menyikapi situasi nasional terkini, PHDI menyerukan sejumlah poin penting terkait sikap pemerintah, DPR, TNI-Polri, serta pesan khusus kepada umat Hindu.
Ketua Umum PHDI, Mayjen Purn. Wisnu Bawa Tenaya, dalam keterangan resminya pada Senin (1/9/2025) menyampaikan bahwa PHDI Pusat menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Menyerukan kepada Pemerintah dan DPR untuk selalu mengedepankan nurani, empati, serta kepekaan agar dapat merasakan suasana kebatinan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
2. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program dan kebijakan yang tidak pro-rakyat. PHDI juga menegaskan agar kebijakan yang merugikan masyarakat segera dibatalkan, termasuk memberhentikan pejabat yang dinilai tidak memiliki empati terhadap kondisi rakyat.
3. Mengimbau TNI dan Polri untuk tidak menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun kepada masyarakat. Menurutnya, TNI-Polri merupakan institusi terlatih dan profesional yang semestinya mengedepankan langkah persuasif dalam menghadapi rakyat.
4. Menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi-aksi yang berlangsung, serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menjunjung tinggi prinsip tanpa kekerasan (ahimsa).
5. Mengajak umat Hindu di seluruh tanah air untuk memanjatkan doa ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, memohon agar bangsa Indonesia diberkati kekuatan, persatuan, dan kedamaian.
Melalui pernyataan ini, PHDI menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya, serta menolak segala bentuk kekerasan dalam menghadapi dinamika sosial.(rls)

