
Balinetizen.com, Denpasar-
Membuat ratusan wajah Jokowi dalam berbagai momen dan peristiwa tidaklah mudah, Perlu menyelami dahulu makna yang tersirat dari pikiran, ucapan dan tindakan mantan Walikota Solo tersebut dalam guratan karikatur yang bisa menggugah ataupun menginspirasi semua orang.
“Tanpa ada maksud sedikitpun meng-kultus individukan, ada 3 hal mengapa gambar-gambar Jokowi bertebaran di Wartam art space ini, Pertama, bisa dibaratkan jika Jokowi sebilah garis linear, ia menyimpan makna tersier! Pandangan, pikiran serta pilihan eksekusinya bermakna beragam,” kata Gun Gun, Kartunis Flamboyan saat membuka Pameran, “Jokowi di mata saya” di Denpasar, Selasa (10/12/2019).
Jokowi si tunggal yang bhineka, Dirinya mengamati bahwa dimana-mana tokoh ini bicara tentang pentingnya upacara rasa untuk menghormati keberagaman. Hanya Jokowi yang memberi peluang pakaian adat nusantara bisa masuk istana, saat perayaan hari kemerdekaan RI. Warna warni ini yang menarik-narik garis linear membentuk kartun dan karikatur yang tak pernah selesai tentang tokoh revolusi mental ini.
Kedua, Jokowi adalah tokoh yang selalu mendoakan kerahayuan kita terutama Hindu Dharma. Kalau kita cermati dimana-mana dalam pidato resmi kenegaraannya, selalu mengawali dengan salam panganjali
‘Om Swastyastu’. Mendengar salam panganjali yang diucapkan sang Presiden, tentu saja membuat hati kita tenang, teduh, betatapun pasti gembira. Om swastyastu adalah doa agar semua dalam keadaan rahayu.
Maka deretan 200 gambar-gambar di ruang wartam art space ini, adalah media pantul salam panganjali ‘doa sang presiden’ dari kami untuk kerayuan kita bersama nusantara.
Ketiga, gambar visual adalah salah satu unsur terkuat yang membangun media, disamping opini, news, sastra dan iklan.
Gambar adalah bahasa universal.
Dalam posisinya sebagai pariwara di sebuah media, ia memberi peran sebagai pengiring yang memberi penjelasan visual lebih bias tanpa sekat pada narasi yang teramputasi. Illustrasi, gambar visual, kartun, karikatur, fotografi serta sketsa-sketsa lepas, memberi energi dan nutrisi yang lain dalam kehidupan media.
Sekalipun Wartam, media dharma yang bergendre jendela Hindu dharma. Wartam tentu meniadakan sikap-sikap alergi pada gambar visual, karena pada tiap tampilannya selalu disertai illustrasi dalam membantu memberi energi kolom-kolom yang lahir saban medio bulan.
Inilah bagian upacara kata sebagai pembuka pameran ‘200 kartun Jokowi dimata saya’ sebagai bagian dari peringatan 20 tahun tokoh i brewok karya Gun-Gun masuk prangko.
“Tentu dengan harapan mampu memberi resonansi nada kerayuan dalam sebuah harmonisasi orkestra dan symphony,” pungkas Gun Gun.
Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha
