Polisi Libatkan Psikiater Periksa Pelaku Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur

0
205

Balinetizen.com, Jembrana 

Kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu desa di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali terus didalami Satreskrim Polres Jembrana. Guna memastikan terduga pelaku tidak gila, pihak kepolisian melibatkan psikiater. Karena berkembang isu bahwa pelaku adalah orang gila atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

“Sudah kita periksa bersama psikiater, pelaku tidak gila,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Agus Riwayanto Diputra ditemui di Mapolres Jembrana, belum lama.

Selain itu, kata AKP Agus, saat pelaku dimintai keterangan bersikap biasa dan normal. “Sampai detik ini dia masih waras dan normal. Tidak bertingkah aneh-aneh. Kita juga pantau gerak-geriknya dan tingkah lakunya,” imbuhnya.

Disinggung apakah pelaku seorang pedofilia, Kasat AKP Agus mengatakan, pihaknya belum menemukan indikasi kearah sana (Pedofilia). Karena untuk bisa dikatakan pedofilia jika korbannya banyak atau lebih dari satu.

“Karena korbannya anak dibawah umur, pelaku juga pedofilia. Tapi apakah ada kelainan seksual, ini yang harus kita dalami. Nanti kita periksa lagi,” jelasnya.

Dan sampai saat ini korban yang melapor hanya satu sehingga kesimpulan sementara pelaku hanya berbuat kepada korban saja. “Jadi belum ada indikasi dia sebagai predator. Kalau predator kan memang mengincar anak-anak,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan penelusuran terhadap kemungkinan korban-korban lainnya. Meskipun belum ada laporan. “Pelaku mengaku melakukannya dua kali. Itu karena pelaku sering melihat korban. Ini kita terus kembangkan,” tandasnya.

Masih kata Kasat Reskrim AKP Agus Riwayanto Diputra, kasus kekerasan seksual atau pencabulan setelah dilaporkan oleh orang tua korban. Dan korban sebelumnya takut memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya. “Korban mengalami trauma. Makanya kita tidak melakukan ekspos kasus untuk menjaga psikis korban,” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :  Vaksinasi COVID-19 bagi Tenaga Kesehatan Capai 132 Ribu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here