Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Forum Indonesia-Afrika di Bali, Target Kesepakatan Bisnis USD 3,5 Miliar

0
188

Balinetizen.com, Badung

Presiden Joko Widodo akan secara resmi membuka Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships/HLF MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Africa Forum/IAF) Ke-2 pada Senin, 2 September 2024.

Acara ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bisnis senilai sekitar 3,5 miliar USD, meningkat tajam dari pertemuan pertama pada 2018 yang hanya mencapai 568 juta USD.

Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu, Abdul Kadir Jailani, menyatakan bahwa forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada tahun 2018.

Ia menekankan pentingnya forum ini untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik antara Indonesia dan negara-negara Afrika yang telah terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika 1955.

“Kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Afrika telah meningkat signifikan, dengan berbagai proyek seperti ekspor vaksin ke 41 negara Afrika, pembangunan pabrik mie instan di Nigeria, dan ekspor alat pertanian serta pupuk,” ujarnya di Nusa Dua, Badung, Minggu 1 September 2024.

Dalam forum tahun ini, beberapa kesepakatan besar akan ditandatangani, termasuk pengembangan geothermal antara PLN dan Tanzania, serta kerjasama transfer teknologi kesehatan antara Bio Farma dan sejumlah perusahaan farmasi Afrika. Nilai total kesepakatan bisnis diperkirakan mencapai 3,5 miliar USD, naik lebih dari 600 persen dibandingkan forum pertama pada 2018.

Selain itu, fokus utama kerjasama pada tahun ini adalah di sektor pangan, energi, kesehatan, dan mineral. Indonesia dan negara-negara Afrika akan membahas upaya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 melalui kerjasama yang inovatif dan saling menguntungkan.

Selain pertemuan tingkat tinggi antar pemimpin, forum ini juga akan diisi dengan berbagai diskusi panel, kegiatan bisnis, dan acara pendukung lainnya. Forum ini dihadiri lebih dari 1.400 peserta dari berbagai elemen, termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan konsul kehormatan Indonesia di Afrika.

Baca Juga :  Razia, Polantas Jembrana Lebih Kedepankan Prokes

Disisi lain, Deputi Polhukam Bappenas, Bogat Widyatmoko, menyoroti tantangan yang dihadapi dalam kerjasama internasional, termasuk kendala regulasi dan defisit dalam sektor-sektor tertentu. Namun, ia optimis bahwa dengan kolaborasi global yang inovatif, Indonesia dapat mencapai target SDGs 2030.

Ia juga menekankan pentingnya persiapan yang matang dalam menyelenggarakan forum ini, mulai dari infrastruktur digital, fasilitas pendukung, hingga kesiapan sumber daya manusia.

“Kami berharap forum ini bisa terselenggara dengan lancar dan membawa manfaat nyata bagi kerjasama global, serta memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional,” kata Bogat.

Forum Tingkat Tinggi ini tidak hanya berfokus pada penguatan kerjasama ekonomi, tetapi juga sebagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin regional yang berpengaruh dalam kerjasama global di masa mendatang.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here