Pria Asal NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lorong Bangunan Kosong Tanjung Benoa

0
216

Balinetizen.com, Badung

Warga Tanjung Benoa digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas dalam posisi tergantung di sebuah lorong bangunan kosong bekas hotel di Jalan Pratama, Gang Garuda, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (24/6/2025) pukul 17.37 WITA.

Korban diketahui bernama Abrao Aleixo Sarmento, pria asal Baucau, 29 Maret 1999, yang berdomisili di Manusak, Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP i Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama I Nyoman Sumadi (52), warga setempat yang sedang menutup mobilnya dengan cover setelah mencuci kendaraan.

Saat menoleh ke arah lorong dekat garasi mobilnya, saksi melihat sosok tergantung dan langsung mendekat untuk memastikan.

Mendapati bahwa sosok tersebut adalah seorang pria yang telah meninggal, saksi segera melaporkan ke warga sekitar dan prajuru Desa Adat Tanjung Benoa, sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.

“Dari hasil pengamatan awal di lokasi kejadian, korban ditemukan tergantung dengan kabel listrik berwarna kuning, hitam, dan biru yang diikat ke balok kayu, plafon lorong bangunan kosong tersebut,” ungkap Sukadi dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).

“Panjang kabel sekitar 1 meter, dengan kaki korban menggantung sekitar 20 cm dari tanah dan tumit menyentuh wastafel teraso yang rebah di bawahnya,” imbuhnya.

Dilaporkan, korban mengenakan kaos dalam satpam berwarna krem dan celana PDL coklat.

“Kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda khas kematian akibat gantung diri, seperti lidah menjulur, mata terbuka, serta bekas lilitan kabel di leher,” jelasnya.

Selain itu, ditemukan pula darah keluar dari kemaluan, ingus dari hidung, dan semut yang sudah mengerubungi tubuh korban.

Beberapa aksesoris dikenakan korban seperti cincin perak di jari manis, gelang manik-manik di tangan kanan, dan gelang tridatu di tangan kiri. Sebuah dompet berisi identitas dan satu unit handphone ditemukan di lokasi.

Baca Juga :  Ibu Putri Koster Ajak Generasi Muda Bali Kelola Sampah dari Rumah

‘Kami telah melakukan olah TKP, memeriksa keterangan saksi, dan membuat laporan resmi atas kejadian ini. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I G N G Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans milik Al-Mandiri,” terangnya.

“Saat ini, pihak keluarga korban masih berunding di kampung halaman terkait proses pemusalaran jenazah,” pungkasnya.

Sementara itu, beredar video saat korban masih hidup. Ia berjalan kaki sambil berbicara sendiri dengan menggunakan bahasa daerah asalnya.

Dalam video yang beredar, ia membawa tali berwarna kuning dan biru serta menggunakan sandal jepit. Tidak terlihat wajah korban namun diduga kuat video tersebut adalah korban yang telah merencanakan gantung diri sehari sebelum kejadian.

“Diduga dia patah hati karena cinta,” sebut sumber yang enggan disebutkan namanya ini di lokasi kejadian.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here