Balinetizen.com, Jembrana
Seorang nelayan Suhaeri (41) asal Banjar Munduk Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Kamis (12/8/2021) pagi hilang setelah jukung yang dipakai melaut dihantam ombak besar. Tim gabungan sempat melakukan pencarian, namun korban belum ditemukan.
Dari informasi korban pergi melaut bersama menantunya Asrul Salim (25) asal Banjar Tengah, Desa Air Kuning. Korban berangkat melaut mencari ikan layur pada Rabu (11/8/2021) sekitar pukul 16.00 dengan menggunakan jukung dengan nama Sekar Mawar.
Keesokan paginya pada Kamis (12/8/2021) keduanya memutuskan untuk pulang. Naas, memasuki perairan Pantai Air Kuning sekitar 50 meter dari bibir pantai, jukung yang dipakai melaut dihantam ombak besar hingga terbalik.
Selain mengakibatkan katir jukung Sekar Mawar patah, kejadian sekitar pukul 06.00 Wita ini juga membuat Suhaeri dan menantunya Asrul Salim tenggelam.
Kejadian itu sempat dilihat nelayan lainnya dan kemudian memberikan pertolongan. Asrul Salim berhasil ditolong warga lainnya, sedangkan mertuanya Suhaeri belum ditemukan.
Oleh nelayan lainnya kejadian itu kemudian dilaporkan kepada aparat desa. Pencarian oleh petugas Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR), BPBD dan Polair Polres Jembrana sempat dilakukan. Namun hingga sore korban belum ditemukan.
Korban diduga terseret arus kuat, terlebih korban menurut warga nelayan lainnya tidak bisa berenang.
Kapolsek Kota Jembrana Iptu I Putu Budi Santika seijin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Kamis (12/8/2021) membenarkan kejadian itu. “Satu korban atas nama Suhaeri masih dalam pencarian. Satu selamat atas nama Asrul Salim” jelasnya. (Komang Tole)

